Ia pun mengajak kaum muslimin dan muslimah tetap merendahkan hati dengan khusyu dan tawadhu, dan terus berdzikir sebagai refleksi rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah.
Maurits menyebut rasa syukur itu penting dan relevan dengan kondisi saat ini, khususnya perayaan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Meski pandemi belum usai kata dia, namun tanda-tanda ke arah yang lebih baik sudah nampak bagi seluruh umat beragama.
“Contohnya hari ini, umat Islam bisa melaksanakan Sholat Ied berjamaah meskipun masih dalam suasana pandemi. Ini patut kita syukuri bersama karena menjadi berkat bagi kita semua, terlebih khusus bagi umat Islam,” katanya.
Lebih lanjut, Maurits pun menyampaikan beberapa hal menyangkut program prioritas Pemkot Bitung untuk masyarakat. Selain pembangunan fisik, ia menyentil soal bonus demografi dan penanganan terhadap stunting.
Dua hal dimaksud sambung dia, harus mendapat perhatian dari semua pihak karena dampaknya berlaku secara nasional bahkan global. Bonus demografi kalau tidak diantisipasi dari sekarang akan berimbas pada kualitas hidup masyarakat secara umum, dan stunting akan turut berdampak pada masa depan bangsa.
“Untuk bonus demografi mari kita mempersiapkan diri dengan kerja dan karya nyata agar bisa bersaing secara global dan mendapatkan kehidupan yang layak. Sedangkan untuk stunting mari kita bekerja sama untuk melakukan penanggulangan sebagai antisipasi dampak buruknya. Stunting itu terjadi pada anak-anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis. Dan jika itu terus terjadi maka pertumbuhan mereka akan terhambat sehingga bisa berdampak secara nasional. Anak-anak ini generasi penerus masa depan kita,” paparnya.
Pesan Idul Fitri juga disampaikan Hengky dalam Sholat Ied di Pusat Kota Bitung. Ia mengawalinya dengan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri seraya memohon maaf lahir dan batin.
“Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga amal ibadah di Bulan Suci Ramadhan diterima oleh Allah Subhana Wata’ala,” kata Hengky.
Dalam pesan Idul Fitrinya Hengky menyampaikan soal pembangunan sumber daya manusia. Ia meminta dukungan umat Islam untuk menyukseskan agenda penting itu.
“Pembangunan sumber daya manusia adalah kunci kemajuan Indonesia di masa depan. SDM unggul memiliki korelasi erat dengan peningkatan produktivitas kerja dalam memenangkan persaingan dalam dunia bisnis, ekonomi, politik dan budaya. Karena itu pemerintah membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama dari umat Islam sebagai umat terbesar di Indonesia. Kami tahu dalam dunia Islam pengembangan sumber daya manusia itu merupakan prioritas, untuk itu mari bersama-sama pemerintah melakukannya untuk kepentingan kita semua,” pintanya.
Baik Maurits maupun Hengky tak lupa berterima kasih kepada umat Islam, atas peran dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di daerah ini. Keduanya pun yakin momentum perayaan Idul Fitri akan semakin mempererat tali persaudaraan serta silaturahmi di masyarakat.(*/adv)
Ia pun mengajak kaum muslimin dan muslimah tetap merendahkan hati dengan khusyu dan tawadhu, dan terus berdzikir sebagai refleksi rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah.
Maurits menyebut rasa syukur itu penting dan relevan dengan kondisi saat ini, khususnya perayaan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Meski pandemi belum usai kata dia, namun tanda-tanda ke arah yang lebih baik sudah nampak bagi seluruh umat beragama.
“Contohnya hari ini, umat Islam bisa melaksanakan Sholat Ied berjamaah meskipun masih dalam suasana pandemi. Ini patut kita syukuri bersama karena menjadi berkat bagi kita semua, terlebih khusus bagi umat Islam,” katanya.
Lebih lanjut, Maurits pun menyampaikan beberapa hal menyangkut program prioritas Pemkot Bitung untuk masyarakat. Selain pembangunan fisik, ia menyentil soal bonus demografi dan penanganan terhadap stunting.
Dua hal dimaksud sambung dia, harus mendapat perhatian dari semua pihak karena dampaknya berlaku secara nasional bahkan global. Bonus demografi kalau tidak diantisipasi dari sekarang akan berimbas pada kualitas hidup masyarakat secara umum, dan stunting akan turut berdampak pada masa depan bangsa.
“Untuk bonus demografi mari kita mempersiapkan diri dengan kerja dan karya nyata agar bisa bersaing secara global dan mendapatkan kehidupan yang layak. Sedangkan untuk stunting mari kita bekerja sama untuk melakukan penanggulangan sebagai antisipasi dampak buruknya. Stunting itu terjadi pada anak-anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis. Dan jika itu terus terjadi maka pertumbuhan mereka akan terhambat sehingga bisa berdampak secara nasional. Anak-anak ini generasi penerus masa depan kita,” paparnya.
Pesan Idul Fitri juga disampaikan Hengky dalam Sholat Ied di Pusat Kota Bitung. Ia mengawalinya dengan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri seraya memohon maaf lahir dan batin.
“Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga amal ibadah di Bulan Suci Ramadhan diterima oleh Allah Subhana Wata’ala,” kata Hengky.
Dalam pesan Idul Fitrinya Hengky menyampaikan soal pembangunan sumber daya manusia. Ia meminta dukungan umat Islam untuk menyukseskan agenda penting itu.
“Pembangunan sumber daya manusia adalah kunci kemajuan Indonesia di masa depan. SDM unggul memiliki korelasi erat dengan peningkatan produktivitas kerja dalam memenangkan persaingan dalam dunia bisnis, ekonomi, politik dan budaya. Karena itu pemerintah membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama dari umat Islam sebagai umat terbesar di Indonesia. Kami tahu dalam dunia Islam pengembangan sumber daya manusia itu merupakan prioritas, untuk itu mari bersama-sama pemerintah melakukannya untuk kepentingan kita semua,” pintanya.
Baik Maurits maupun Hengky tak lupa berterima kasih kepada umat Islam, atas peran dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di daerah ini. Keduanya pun yakin momentum perayaan Idul Fitri akan semakin mempererat tali persaudaraan serta silaturahmi di masyarakat.(*/adv)