PAMI Perjuangan Endus Dugaan Penyimpangan Anggaran Pembangunan RS Pratama Bitung

Jonathan Mogonta (Foto: dok JM)

Bitung, megamanado.com –Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) Sulawesi Utara (Sulut) mengendus dugaan penyimpangan anggaran pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Bitung. Penyimpangan yang dimaksud PAMI Perjuangan adalah adanya anggaran yang diplot khusus untuk pembayaran lahan di Kolombo, Kelurahan Bitung Barat II.

“Ada indikasi penyimpangan anggaran Rp3,7 miliar oleh Dinas Kesehatan Kota Bitung. Ditengarai, dana ini untuk menyiasati pembayaran lahan di Kolombo,” kata pimpinan PAMI Perjuangan, Jonathan Mogonta kepada wartawan di Manado, Jumat (15/10/2021).

Read More

Aktivis vokal ini menyebut  pembelian lahan tidak tertata dalam APBD Induk 2021. “Mengapa tidak ditata? Karena  awalnya RS Pratama Bitung akan dibangun di lahan milik Pemkot Bitung di Kelurahan Pinokalan. Namun entah kenapa dipindahkan ke Kolombo. Jadi Dinas Kesehatan Bitung mengeluarkan anggaran untuk membeli lahan tersebut,” ujar Nathan, sapaan akrab alumnus Fakultas Sastra Unsrat ini.

Ia mendorong langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung untuk menelisik dugaan penyimpangan anggaran tersebut. “Info yang kami dengar jika Kejari Bitung tengah membidik dugaan permainan anggaran dengan total Rp48,7 miliar dari Dana Alokasi Khusus atau DAK untuk pembangunan RS Pratama Bitung tersebut,”  ujar Nathan, sapaan akrab Jonathan Mogonta.

Memang sejumlah media sudah memberitakan jika Kejari Bitung memberi atensi khusus terhadap pembangunan RS Pratama.  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bitung Frenkie Son SH, MM MH menegaskan, anggaran pengadaan lahan tidak boleh diambil dari anggaran pembangunan rumah sakit.

“Tidak boleh diambil dari anggaran fisik. Kalau berani laksanakan, itu pelanggaran,” kata Frenkie seperti dilansir dari Manado Post.

Data yang diperoleh wartawan dari Bappeda Kota Bitung, ada Rp48,7 miliar DAK untuk pembangunan RS Pratama. Tapi, pejabat pembuat komitmen (PPKom) Dinkes Bitung Christian Kuhmeyer mengemukakan anggaran tidak sebesar itu.

Menurut dia pembangunan rumah sakit hanya Rp45 miliar, dengan rincian alat kesehatan Rp15 miliar dan pembangunan rumah sakit Rp30 miliar. “Untuk pengadaan lahan dari pergeseran anggaran sebesar Rp3,2 miliar,”ucap Christian.(*/tim/red)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MEGA MANADO di GOOGLE NEWS

Related posts