MANADO–Warga Sario dan Malalayang punya pandangan sendiri tentang Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone. Di mata mereka, satu dari delapan wakil masyarakat Sario dan Malayang itu bergaul tanpa sekat dan mudah ditemui.
“Ibu Van Bone juga responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kami bersyukur punya wakil seperti Ibu Van Bone di DPRD Manado,” kata Tinneke, warga Winangun di sela-sela kegiatan reses politisi Partai Demokrat ini di Jambore, Winangun 1, Kelurahan Malalayang, Kamis (7/3/2019) malam.
Tineke dan ratusan warga yang hadir pada reses tersebut pun menyatakan dukungan sepenuhnya atas perjuangan Ketua DPC Demokrat itu di DPRD Manado. “Wakil rakyat yang baik seperti Ibu Van Bone perlu didukung. Doa kami semoga ibu diberi kesehatan dan bertahan 5 sampai 10 tahun lagi di DPRD Manado,” ujar Herman.
Dalam reses yang dihadiri Kepala Bapelitbangda Dr. Liny Tambajong dan Kepala Bidang Bina Marga dinas PUPR Manado Or. John Suwu itu memang terpotret kedekatan Van Bone dengan konsituenya. Ibu dari Mercy dan Alfa Lucas ini juga merespon semua aspirasi yang disampaikan masyarakat. Aspirasi yang mencuat adalah soal pendidikan, jalan rusak di beberapa titik, termasuk Jambore, minimnya lampu jalan di beberapa lorong, keberadaan tempat pemakaman umum (TPU) TPU, KIS dan BPJS.

“Sesuai dengan ketentuan dalam UU nomor 23, pelaksana pemerintahan daerah itu adalah eksekutif dan legislatif. Kami ikut melaksanakan sambil menjalankan fungsi legislatif untuk mengawasi, mengontrol pembangunan dan menyusun anggaran dan peraturan daerah. Tidak ada yang kami lewatkan,” ucapnya.
Wanita yang aktif dalam pelayanan dan kegiatan sosial ini menegaskan kembali komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat. “Soal KIS dan BPJS, Pemkot dan DPRD Manado sudah menganggarkan dana sekitar Rp23 miliar untuk menjamin masyarakat miskin di Manado. Harapan kami semua mendapat pelayanan kesehatan yang baik,” kata Ibu Nor, sapaan akrab politisi yang punya jejaring luas di tingkat nasional ini.
Adapun tentang lahan TPU, Van Bone mengatakan pemerintah sudah mengupayakannya. Sayangnya tanah yang hendak dibayarkan oleh pemerintah itu justru konturnya tidak baik, sehingga anggaran ditahannya sementara sebelum mendapat lokasi yang tepat.
Sementara soal e-KTP, Van Bone siap memfasilitasi pengurusannya. Legislator ramah ini mengatakan rumahnya terbuka 24 jam bagi warga. “Kalau lama bawa jo di rumah, torang yang urus akang. Memperjuangkan dan mengawal aspirasi masyarakat itu merupakan kewajiban kami wakil rakyat,” kata Van Bone dalam dialek Manado.
Tentang infrastuktur jalan, Kabid Bina Marga John Suwu, mengatakan akan menurunkan tim survei untuk memastikan lokasi yang harus diperbaiki. “Jika memang hanya lubang akan ditambal. Tetapi kalau mau dipasang paving block harus diserahkan ke Perkim pekerjannya,” ujar Suwu.
Kaban Bapelitbang Manado Liny Tambajong dalam kesempatan tersebut menyampaikan adanya sikala prioritas dalam pembangunan. Meski begitu, semua aspirasi yang masuk menjadi catatan Bapelitbang. Soal data kependudukan, Liny minta kelengkapan dari masyarakar agar bantuan benar dan tepat sasaran. (buf/nji)