Perayaan Tulude di GMIST Kendage Ruata, Bupati: Ini Bentuk Sinergitas Pemerintah dan Gereja dalam Pelestarian Adat

Bupati Jabes Gaghana dan rombongan saat menghadiri perayaan Tulude di GMIST Kendage Ruata (foto: melky)

TAHUNA- Perayaan upacara adat Tulude biasanya dilaksanakan oleh masyarakat Nusa Utara bersama dengan pemerintah. Namun perayaan Tulude yang digelar Kamis (21/2/2019), Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) Kendage Ruata Tahuna yang bertindak sebagai penyenggara.

Berbagai upacara adat membuka kegiatan seperti Mendangeng Sake, penjemputan secara adat kepada Bupati dan rombongan, serta Mendangeng Tamo Banua, kue adat Tamo diarak dengan orang-orang yang dikhususkan. Dalam khotbahnya Pdt Efraim Duamanis, M.Th  menyebut Tulude adalah acara Teologia yang dikemas sakral berdasarkan kearifan lokal yang menembus ruang dan waktu. “Gereja berkewajiban untuk melestarikanya sebagai bentuk pengucapan syukur atas kasih Allah,” jelas Diamanis.

Read More

Sementara Bupati Jabes Ezar Gaghana,SE,ME menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas pelaksanaan acara Tulude di GMIST Kendage Ruata.  “Ini menunjukkan sinergitas dan komitmen bersama antara pemerintah dan gereja dalam pelestarian adat dan budaya,” ucapnya.

Tulude menurut Jabes telah menasional karena sudah menembus sejumlah provinsi dan kabupaten di wilayah Indonesia.” Pemerintah mendorong badan adat untuk merumuskan tata cara Tulude untuk menjadi panduan dalam setiap pelaksanaan Tulude kedepan agar tercipta keselarasan,” kata Gaghana.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam perayan tersebut adalah Asisten III Sekdakab Sangihe Olga Makasidamo, Camat Tahuna Timur Stefen Andaki, Ketua Umum Sinode GMIST Pdt. Patras Madonsa,S.Teol dan setiap lurah yang ada di kecamatan Tahuna Timur. (eky)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MEGA MANADO di GOOGLE NEWS

Related posts