SITARO--Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sitaro yang akan diadakan 27 juni, menjadi tantangan tersendiri bagi para penegak hukum yang ada.
Kapolres Sangihe, Sudung Ferdinan Napitu menegaskan Tim Pengamanan telah siap sedia menghadapi Pesta Demokrasi di Sitaro (22/6/2018).
“Kami sudah mempersiapkan pengamanan dengan baik. Untuk pengawalan surat suara dan juga kekuatan cadangan, termasuk personil pengamanan di TPS-TPS (Tempat Pemungutan Suara) sudah kami siapkan,” ujar Napitu
Napitu menambahkan selain petugas KPU-KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang ada, tim pengamanan juga telah disiapkan untuk mengawal surat suara.
“Kami selalu berkoordinasi dengan KPU mengenai pengamanan, syukurlah sampai saat ini KPU menginformasikan logistik Pilkada baik surat suara dan keperluan lain yang berkaitan dengan pesta demokrasi ini sudah tercukupi dan sudah berada dalam kewenangan KPU termasuk surat suara cadangan yang berjumlah sekitar 2,5%,” ujar Kapolres Sangihe ini.
Napitu mengatakan akan terus memantau dan berkoordinasi dengan KPU mengenai pesta demokrasi di Sitaro. “Kami akan terus berkomunikasi dengan KPU, karena kami yang bertanggungjawab untuk mengamankan Pilkada 27 juni,”ujar Napitu.
Napitu juga ikut berkomentar tentang Pilkada di Sitaro. “Situasi sekarang relatif stabil meskipun naik-turunnya suhu politik adalah hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Saya yakin para paslon mengharapkan yang terbaik dan tentunya mereka melakukan upaya terbaik melalui sosialisasi Visi-Misi untuk memenangkan hati para pemilih,”ujar Napitu.
Dalam masa tenang pun tim pengamanan tetap bertugas karena masa tenang merupakan rangkaian tahapan Pilkada. “Personil kami akan melakukan patroli untuk menghindari kerawanan yang mungkin terjadi pada masa tenang seperti adanya money politics (politik uang) yang biasanya terjadi pada malam hari. Jadi kami akan berpatroli dan bekerja sama dengan panwas untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Napitu. (jen)