MANADO –Polda Sulut menggelar kegiatan penyluhan bahaya radikalisme di Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Model 1 Manado, Senin (21/5/2018). Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar tersebut untuk memberi pemahaman kepada generasi penerus bangsa tentang bahaya paham radikal dalam hidup berbangsa dan negara.

Kegiatan ini juga untuk terus menumbuhkan solidaritas dan semangat persatuan anak bangsa menyusul rentetan bom bunuh diri di Surabaya dan Riau belum lama ini. “NKRI Harga Mati,” kata Kasubdit Binpolmas AKBP Dra Heryati Zainuddin yang menjadi narasumber dalam acara ini.
Ia meminta setiap siswa untuk belajar dengan tekun dan menjadi pembawa damai. “Islam cinta damai. Ini harus ditanamkan dan disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh siswa untuk menjauhi narkoba dan pergaulan bebas. “Jaga diri dan pergaulan harus yang baik. Kalian adalah genrasi penerus bangsa” ucapnya.
Di tempat yang sama Kepala MAN Model 1 Manado Dra Sarpin Hamsah menyerukan NKRI harga mati dan patut dijaga. Terlebih siswa-siswa harus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Siswa harus jadi pelopor untuk memperbaiki akhlak masyarakat. Kalian dididik untuk menjadi orang berguna bagi nusa dan bangsa,” pesannya. (buf).

