megamanado.com, Manado — DPR-RI mengesahkan kedudukan institusi Kepolisian langsung di bawah presiden Republik Indonesia, pengesehan ini secara otomatis menggugurkan wacana bahwa institusi Polri nantinya akan bernaung dibawah Kementrian.
Menyikapi hal diatas, Pengamat Hukum Kota Manado Octavianus Hardy Paparang S.H mengapresiasi tindakan DPR-RI yang menegaskan kedudukan Polri langsung dibwah Presiden. Paparang menilai penempatan Polri di bawah Presiden memberikan kejelasan komando, mencegah fragmentasi kebijakan, serta memastikan bahwa kepolisian tidak terjebak dalam tarik-menarik kepentingan birokrasi antar kementerian.
Octa Paparang merupakan mantan perwira Polisi yang memutuskan pensiun dini dengan pangkat terakhir Ajun Komisaris Polisi (AKP), beliau memutuskan terjun dan berkiprah ke dunia poltik, sekarang ini Octa dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua PDK Kosgoro 1957 Kota Manado.
Kedudukan Polri dibawah langsung Presiden menurut Octa sudah sangat tepat. Dia menilai, penempatan Polri di bawah Presiden dipilih sebagai mekanisme konstitusional untuk memastikan kepolisian tetap berada dalam kendali sipil tertinggi.
Dengan menempatkan Polri di bawah Presiden, tanggung jawab politik atas kebijakan keamanan menjadi jelas, sementara independensi operasional tetap harus dijaga dan tunduk di bawah hukum nasional.
“Relasi Presiden dan Polri harus dipahami sebagai relasi konstitusional, bukan relasi politis, Presiden merupakan pejabat sipil yang pengemban mandat rakyat adalah titik temu antara kekuasaan negara dan akuntabilitas demokratis,” cetus Paparang.
Sebagai seorang mantan perwira Polisi, yang pernah mengemban tugas sebagai Kapolsek, Kasat narkoba, Kaur bungkol dan protikoler spripim polda sulut, Sespri spripim polda kalbar,
Sespri spripim Kadivkum Polri, dan jabatan-jabatan strategis lainnya dalam lingkup Kepolisian tentunya dia sudah cukup mengetahui suasana dalam institusi.
Maka dari itu, menurut Opo biasa Ia disapa, jika status Polri sudah jelas tetap dibawah Presiden maka dia berharap agar kesejahteraan dalam institusi baju coklat ini senantiasa selalu menjadi perhatiaan, dan tentu saja timbal baliknya kinerja dari istitusi harus ditingkatkan ke level semaksimal mungkin.
(Irv)
