Bitung, megamanado- Puluhan kader PDI Perjuangan Bitung mengikuti psikotes serta fit and proper test (FPT) atau uji kepatutan dan kelayakan. Agenda ini digelar dalam rangka pembentukan pengurus baru di tingkat kecamatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pagi hingga sore tadi di Kantor DPC PDI Perjuangan Bitung, di Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari. Sesuai daftar, psikotes dan FPT diikuti 40 kader yang berasal dari delapan kecamatan.
Khusus psikotes, pelaksanaannya melibatkan psikolog independen dari Manado. Pelibatan ini dimaksudkan agar psikotes benar-benar mendapatkan hasil yang diharapkan, terutama mengukur jiwa kepemimpinan masing-masing kader.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bitung Geraldi Mantiri mengatakan, pelaksanaan psikotes dan FPT ini bersifat wajib. Pasalnya AD/ART dan peraturan partai menyatakan demikian. Peraturan dimaksud adalah Peraturan Partai Nomor 01 Tahun 2025 tentang Proses Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua DPD, DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting.
Geraldi sendiri dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan memberikan motivasi kepada peserta psikotes dan FPT. Ketika nanti diangkat sebagai pengurus partai, mereka diminta bekerja dengan serius dan fokus pada tugas yang diemban.
“Menjadi pengurus partai bukan tentang niat baik saja. Menjadi pengurus partai itu pekerjaan mulia, karena berhubungan dengan kepentingan orang banyak. Karena itu ketika nanti dipercayakan menjadi pengurus, harus serius dan konsisten dengan arah perjuangan partai,” tandasnya.
Raldi sapaan akrab dia, juga mengingatkan soal instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Instruksi itu terkait implementasi ideologi partai, yakni Nasionalis-Soekarnois. Inti dari ideologi itu tidak lain adalah berjuang dan berada di pihak rakyat.
“Menjadi pengurus partai berarti siap mengabdi untuk kepentingan rakyat lewat jalur politik. Dan ini bukan hanya tugas mereka yang ada di kursi eksekutif atau legislatif, tetapi tugas seluruh seluruh pengurus dan kader partai. Kita memperjuangkan partai agar menjadi lebih besar, sekaligus memperjuangkan hak rakyat,” tukasnya.
Calon PAC dari Pulau Lembeh menjalani fit and proper test.(ist)
Hal yang kurang lebih sama disampaikan Rio Dondokambey selaku Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Keanggotaan dan Organisasi. Mengutip pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Rio bilang menjadi pengurus partai bukan sekedar memegang atau memperoleh sebuah jabatan, melainkan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk berada di pihak rakyat.
“Jabatan pengurus partai itu bukan dipakai untuk sombong-sombongan, gagah-gagahan, dan bukan untuk tendang-tendang orang lain. Ini juga bukan untuk menjadi pemberontak di tengah masyarakat, tetapi untuk berjuang, membantu dan menyenangkan masyarakat. Karena itu ketika menjadi pengurus partai, kader PDI Perjuangan harus lebih mendekatkan diri ke masyarakat,” pintanya.
Rio juga turut memberi semangat kepada kader PDI Perjuangan Bitung yang menjadi peserta psikotes dan FPT. Dia menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan partai untuk mengikuti proses tersebut adalah sebuah kehormatan. Ia mengakui proses dimaksud terkesan rumit, namun itulah mekanisme yang harus ditempuh untuk menjadi pengurus di PDI Perjuangan.
“Dan proses seperti ini bukan cuma dilalui oleh bapak-bapak dan ibu-ibu saja. Saya, Pak Geraldi, Pak Olly dan kami semua yang jadi pengurus di DPD dan DPC juga begitu. Jadi bagi kami ini merupakan sebuah kehormatan yang diberikan partai, sehingga harus serius tapi juga bangga mengikutinya,” tutur personil Komisi XI DPR RI ini.
Terpisah, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bitung, Ridwan Mapahena, menjelaskan perihal mekanisme penjaringan dan penyaringan calon Pengurus Anak Cabang (PAC). Dikatakannya, pelaksanaan psikotes dan FPT ini adalah tindak lanjut dari rapat pleno DPC yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
“Jadi setelah kami mengajukan nama-nama calon pengurus lewat rapat pleno DPC lalu, nama-nama itulah yang kemudian mengikuti psikotes dan FPT ini. Masing-masing kecamatan ada lima nama yang diajukan, jadi total semua peserta ada 40 orang,” terangnya.
Setelah ini kata Ridwan, pihaknya tinggal menunggu keputusan dari DPD PDI Perjuangan Sulut. Hasil psikotes dan FPT akan langsung diserahkan ke DPD, untuk kemudian menunggu jadwal pelaksanaan musyawarah anak cabang atau musancab. Agenda musancab itu sendiri adalah pembentukan sekaligus pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) yang baru.
“Sesuai jadwal musancab akan dilaksanakan pada Bulan Maret mendatang. Tapi untuk kepastiannya kita tunggu instruksi saja. Di PDI Perjuangan memang seperti itu, kita menganut sistem demokrasi terpimpin,” pungkasnya.
Pelaksanaan psikotes dan FPT turut dihadiri sejumlah pengurus DPD PDI Perjuangan Sulut. Selain Rio Dondokambey, mereka terdiri dari Maurits Mantiri selaku Wakil Ketua DPD Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi dan UMKM, Denny Lolong selaku Wakil Sekretaris DPD Bidang Program, dan Christine Walangarei selaku Wakil Bendahara DPD.(bds)
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi, Rio Dondokambey, membuka pelaksanaan Psikotes dan FPT Calon PAC di Bitung.(ist)


