
SANGIHE, megamanado com- Tingginya curah hujan yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, menimbulkan dampak di titik-titik rawan bencana, Dandim 1301/Sangihe Letkol Inf Rachmat Christanto, S.I.P, Kamis (6/7/2020), perintah jajaranya Untuk selalu tanggap dan waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi di wilayah, sehubung dengan keadaan Cuaca ekstrim yang terjadi saat ini.
Curah hujan yang cukup tinggi sejak beberapa pekan terakhir, menyebabkan longsoran tanah dan pohon tumbang yang menimpa atap sekolah SDN Inpres kampung Lebo Kecamatan Manganitu. Personil Babinsa Koramil 1301-04/Manganitu bersama perangkat Kampung dan warga setempat bergerak cepat membersihkan material longsor dan pohon tumbang tersebut. Babinsa bersama aparat Kampung dan Warga setempat penuh semangat membersihkan tanah longsor dan pohon tumbang, sehingga dapat diatasi dengan cepat. Nampak terlihat sebagian warga terlihat membawa alat untuk memotong rumpun bambu yang tumbang menimpa atap SDN Inpres Kampung Lebo, dan Babinsa membawa alat sensor untuk menebang pohon kelapa yang rawan tumbang.
Terpisah, Dandim 1301/Sangihe Letkol Inf Rachmat Christanto, S.I.P menerangakan, “Wilayah Manganitu banyak terdapat titik-titik rawan bencana tanah longsor. Pasca peristiwa banjir bandang dan tanah longsor pada bulan Januari lalu, terdapat retakan tanah yang dapat menimbulkan longsoran tanah terutama di Kampung Lebo dan Belengan. Dengan tingginya curah hujan yang terjadi saat ini, saya tekankan kepada Babinsa untuk segera menghimbau warga yang berada di titik-titik retakan tanah tersebut untuk segera mengungsi, guna mencegah timbulnya korban jiwa,” ungkapnya.
“Sangat pentingnya kerjasama seluruh pihak, untuk menentukan langkah-langkah pencegahan dan penangan bencana. Saya terus tekankan jajaran untuk mengoptimalkan koordinasi, terkait kondisi Cuaca ekstrim dengan curah hujan tinggi yang dapat menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor,” tutupnya. (e’Q)


