LANGOWAN,Megamanado– Menanggulangi dampak sosial ekonomi akibat pandemi virus corona atau Covid-19, Pemerintah Desa Raringis Selatan Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa, telah membagikan sembako secara merata kepada seluruh masyarakat Raringis Selatan, pekan lalu (17/4/2020).
Anggaran pembagian sembako itu dari dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat. Sebelumnya, Pemdes Raringis Selatan juga sudah dua kali menyalurkan bantuan yaitu bantuan dari Pemkab Minahasa ke 90 keluarga sesuai data dari Dinas Sosial dan bantuan untuk penyandang Dishabilitas serta keluarga yang tidak mampu.
Kepala Desa Raringis Selatan Rany Posumah mengatakan, sejak adanya pandemi corona mayoritas warganya memilih untuk berdiam di rumah. Maka dari itu, sebagai bentuk tanggungjawab desa para warga diberi stimulus bantuan sembako.
“Bantuan sembako merupakan wujud tanggung jawab kami sebagai pemerintah desa kepada warga Raingis Selatan dengan harapan bantuan-bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka akibat terimbas corona,” kata Rany Posumah kepada MMC grup, Selasa (21/4/2020).
Rany memaparkan, Pemerintah telah mengelurkan kebijakan untuk menangani dampak virus corona yang semakin meluas. Salah satunya dengan memperbolehkan desa memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat miskin menggunakan dana desa.
“Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Desa 6/2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2020.
Yang sasarannya keluarga miskin yang belum tercover Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” terang Rany.
Ia pun menambahkan adapun teknisnya, pertama mekanisme pendataan dilakukan oleh relawan desa lawan Covid-19. Kemudian data calon penerima BLT desa divalidasi dan difinalisasi dalam rapat musyawarah desa khusus. Kemudian ditetapkan dan dokumen ditandatangani kepala desa.
Hary terus mengajak masyarakat untuk benar-benar secara disiplin mengikuti anjuran pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, di antaranya dengan berdiam diri di rumah, mengurangi aktivitas di luar rumah, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melakukan pysical distancing untuk memutus rantai penyebaran virus.(*/mmc)


