SANGIHE, megamanado com- Ibadah syukur di HUT ke 30 Tahun GMIST Bukit Kasih Ene Ratu, Selasa (15/10/2019), mendapat suport dari wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong, SE. Hut jemaat kali ini selain dukungan majelis dan jemaat yang tersebar di Delapan Kelompok Wilayah Pelayanan (KWP) dengan penyajian menu No Rice ini merupakan peran gereja dalam menyukseskan program pemerintah Daerah, kata ketua jemaat GMIST Bukit Kasih.
“perayaan syukur yang harinya sesuai dengan program pemerintah daerah dalam seminggu ada dua hari (Selasa, Jumat) kita makan tanpa nasi gereja harus menjadi pelopor dalam program pemerintah,” jelas Pdt Hendro Dededaka, M.Th.
Sambutan Badan Pekerja Majelis Sinode GMIST, oleh ketua 1, Pdt. Nimbrot Baemamenteng, S.Th, M.Pd.K, semua karena pertolongan Tuhan bersama jemaat GMIST Bukit Kasih kita merasakan pertolongan Tuhan di usia ke 30 Tahun.
“Usia ke 30 Tahun GMIST Bukit Kasih tersebar di 8 kelompok wilayah pelayanan (kwp) sudah waktunya untuk lebih memahami arti kasih Tuhan dalam kehidupan berjemaat,” harap Baymamenteng.
Sambutan Pemerintah Daerah oleh wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong,SE, sebagai pemerintah daerah sungguh merupakan suatu hal yang perlu disyukuri bole ada bersama jemaat GMIST Bukit Kasih di perayaan HUT jemaat ke 30 Tahun.
“perayaan HUT ke 30 Tahun ini menjadi momentum gereja untuk terus bergerak dalam menyukseskan apa yang menjadi program pemerintah daerah, sesuai penjelasan dari ketua jemaat mensyukuri berkat Tuhan bukan harus Dengan penyajian makanan ada nasi,” ucap Hontong
Hontong juga menambahkan, dengan sajian No Rice ini merupakan suatu dukungan gereja terhadap program pemerintah. ” Ini perlu menjadi perhatian bersama semua instansi keagamaan, instansi Pemerintah terlebih seluruh masyarakat kabupaten kepulauan Sangihe,” harap Hontong.
Hadir mendampingi wakil bupati, Asisten Administrasi umum, Dra. Olga Makasidamo, Camat Tahuna Timur, Stevenson R Andaki, Lurah Tona 2, Rudi Gunena, bersama pejabat lainya. (e’Q)


