MANADO – 30 tahun sudah sejak era 80-an Kak Daniel Manado menjadi pemerhati anak. Adapun awal dia terjun di dunia itu dimulai sejak ingin menjadi guru, dan mengharuskan kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Tondano. Namun niat menjadi guru pupus karena TVRI meliriknya untuk menjadi staf.
Inilah awal Kak Daniel mengenal lebih dalam dunia anak, dari belakang layar digandrunginya selama beberapa Tahun. Tetapi tidak disangka nasib berkata lain.
Disebabkan Produser TVRI saat itu ingin merekrut host yang baru, waktu itu terpilih Kak Daniel. “Awalnya sih grogi ya, namun pekerjaan menuntut harus tampil total,” ungkapnya Kamis (07/03).
TVRI memang menjadi raja untuk siaran TV di Tahun 80-an, wajar saja karena menjadi stasiun TV pemerintah dan satu-satunya di Indonesia, sehingga Kak Daniel cepat terkenal dan populer di zamannya.
“Iya tampil di TVRI memang langsung terkenal di seantero Indonesia. Ini menuntut para artis dan host untuk tampil total dan memukau,” katanya.
Menariknya, tuntutan ini mengharuskan dia menyiapkan jas dengan berlainan warna. Padahal jas di zamannya sangat sulit karena masih digunakan oleh kaum elit tetapi Kak Daniel sudah memiliki itu dalam jumlah yang banyak. Anak-anak, muda-mudi sampai orang tua, siapa yang tidak kenal Kak Daniel Manado. “Tanda tangan menjadi santapan harian ketika bertemu masyarakat”
Pun sampai saat ini dia tetap eksis dan selalu mendapatkan kepercayaan mengelar lomba dan turut menghadirkan ribuan anak-anak. Menjadi tenaga pendidik yang telah mendapatkan pelatihan mendongeng oleh Kementerian Pendidikan di Bogor, menobatkannya sebagai duta anak.
Namun ketika disingung andalannya untuk mendidik dijawabnya lomba mewarnai. “Mewarnai bisa merangsang kecerdasan anak, dimana perlombaan mewarnai memiliki manfaat yang baik untuk perkembangan otak anak-anak usia dini,” kata Kak Daniel Manado.
Menurut Kak Daniel, dalam setiap kegiatan yang digelarnya, perlombaan mewarnai adalah hal yang penting untuk anak-anak, karena akan selain perlombaan, disitu anak-anak akan diajarkan untuk konsentrasi dan fokus, mampu mengenalkan ragam warna, meningkatkan kemampuan motorik dan melatih genggaman dengan baik.
“Tentunya dengan mewarnai, kita bisa melihat ekspresi anak-anak kita serta mengajarkan bagaimana anak-anak bertanggung jawab, dimana mereka akan menyelesaikan tugas mereka sejak masih anak-anak,” tutur Kak Daniel Manado.
Sementara kemampuan mendongeng kak Daniel tidak lagi bisa diragukan, iapun sering mendongeng, di sela-sela kegiatan perlombaan mewarnai.
Dengan dongeng yang dibawakan dalam versi komunikatif, interaktif, ini, anak-anak diajarkan hal yang baik, seperti mengucapkan salam jika bertemu orang lain, mengucapkan terima kasih jika sudah mendapat pertolongan, minta maaf jika khilaf, minta tolong jika butuh bantuan orang lain, disiplin dan setia kawan dan tentunya toleransi. (buf)