MANADO – Tidak pernah terbesit di dalam hati Drs Jenner Rein Rumerung dan Drs Novrie Sumampouw untuk tidak membagikan ilmu kepada guru-guru di Provinsi Sulawesi Utara.
Sekalipun rutinitas sebagai Kepala Sekolah harus dijalani setiap hari namun keduanya tidak mengeluhkan hal itu. Bahkan terkadang keduanya harus menahan sakit sambil bekerja namun apadaya itulah tanggung jawab.
Kadang harus tidur di kursi kerja, atau di dalam mobil, keduanya itu sudah biasa. Terakhir mereka terlihat bahu-membahu memberikan materi kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Ketua Jurusan SMK di Hotel Sahid Kawanua Manado dalam rangka Bimbingan Tekhnis Pengembangan Kurikulum SMK se-Provinsi Sulut.
Pun keduanya tidak menampakan ekspresi capek tetapi tetap semangat dan turut mengajak peserta untuk bergurau sekedar memberikan rasa rileks.
Saat ditanya capekah bapak melaksanakan rutinitas seperti ini? Keduanya sontak menjawab “Tidak karena sudah merupakan tanggung jawab demi mencerdaskan anak-anak bangsa,” tegas keduanya.
Dilanjutkan Sumampouw jika mereka langsung cepat merasa puas dan berhenti memberikan bimbingan kepada guru-guru maka tidak akan adalagi kader-kader potensial untuk memimpin sekolah. Disisi lain kegiatan seperti ini merupakan sarana mempersiapkan pemimpin potensial di masa depan.
“Kami tidak boleh puas dan merasa lelah karena itulah tugas dan tanggung jawab,” ungkapnya
Disisi lain Rumerung menyebut ada semacam kepuasan tersendiri mengabdi kepada negara dan melayani sebagai pembimbing itu sudah satu paket dan wajib dilaksanakan.
“Semua dikerjakan saja dengan ucapan syukur dan melayani bukan kewajiban tapi bagian dari rasa syukur itu sendiri,” pungkasnya.
Sementara kegiatan itu diharapkan mampu menjabarkan spektrum keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) dan dapat mensosialisasikan di sekolah masing-masing. (buf)
