TAHUNA-Tenaga penyuluh di Kabupaten Kepulauan Sangihe minim. Ini menjadi persoalan tersendiri dalam menyukseskan program pemerintah sampai tingkat kelurahan dan kampung.
Namun, kondisi tersebut tak membuat Kepala Dinas Pertanian Sangihe Metilda Lumeling dan stafnya pata semangat. Mereka siap kerja ekstra. “Kita maksimalkan yang ada,” ujar Metilda saat ditemui beberapa media di ruang kerjanya, Rabu (12/9/2018).
Kekurangan tenaga penyuluh ini menurut dia sudah sejak tiga tahun terakhir. Saat ini tenaga penyuluh tinggal tiga puluh dua orang. Semestinya setiap kampung mendapat satu tenaga penyuluh, dan setiap kecamatan tiga orang.
“Kabupaten Sangihe terdiri dari 145 desa dan 22 kelurahan. Jadi semestinya tenaga penyuluh harus 170 orang. Dengan jumlah tiga puluh dua orang pasti tidak mampu menjangkau semua. Hal ini yang membuat kami harus turun,” ujarnya.
Metilda mengaku sudah sering menyampaikan hal tersebut. Ia berharap tenaga penyuluh ke depan benar-benar orang Sanngihe.
“Selama ini, tenaga penyuluh sering minta dimutasi ke Manado. Kalau tenaga penyuluhnya orang Sangihe, saya yakin masalah ini teratasi,” ucapnya. (mel)