Baru Awal Triwulan III, Realisasi PAD Pemkot Bitung Capai 50 Persen

Oktavianus Kandoli.

 

Read More

 

Bitung, megamanado- Pemkot Bitung terus menggenjot realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hasilnya, di awal triwulan ketiga ini realisasi sudah mencapai 50 persen dari target.

 

“Data terakhir sudah 50 persen lebih sedikit. Targetnya Rp 84,5 miliar, realisasinya Rp 42 miliar lebih,” ujar Oktavianus Kandoli selaku Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Pemkot Bitung.

 

Oktav panggilan akrabnya, membeber data tersebut saat ditemui di kompleks Kantor Walikota Bitung. Ia diwawancarai terkait pencapaian PAD di tahun berjalan ini.

 

Menurutnya, realisasi PAD yang mencapai 50 persen lebih jadi sebuah keberhasilan. Meskipun masih bersifat sementara, namun itu menandakan upaya serius pemerintah memaksimalkan PAD guna menunjang pembangunan.

 

“Kita punya target per triwulan. Triwulan pertama 15 persen dari total, triwulan kedua 40 persen dari total, triwulan ketiga 75 persen dari total, dan triwulan terakhir harus 100 persen. Nah, kalau dilihat saat ini target itu bisa kita penuhi bahkan lewati. Ini kan baru awal triwulan ketiga tapi sudah 50 persen lebih. Padahal kalau normal capaian kita harusnya baru sekitar 40 persen lebih. Karena itulah tidak berlebihan kalau capaian saat ini dianggap sebuah keberhasilan,” tutur Oktav.

 

Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja ini lalu membeber penyebab terpenuhinya target sementara PAD. Dikatakannya, kondisi yang berangsur-angsur membaik jadi salah satu alasan.

 

“Masih pandemi (Covid-19) tapi situasinya sudah lebih baik. Banyak wajib pajak yang sebelum ini usahanya tutup tapi sekarang sudah buka lagi. Contohnya usaha di bidang perhotelan, restoran, rumah makan, cafe dan tempat hiburan,” terangnya.

 

Beroperasinya kembali sejumlah tempat usaha berdampak positif pada realisasi pajak daerah. Jika sebelumnya tempat usaha dimaksud kesulitan membayar pajak, kini mereka bisa memenuhinya secara perlahan.

 

“Memang belum semua, masih ada yang tutup. Di usaha perhotelan misalnya, dari 98 wajib pajak 17 diantaranya masih tutup karena dampak pandemi. Kemudian di usaha restoran juga begitu. Dari 165 wajib pajak yang terdata 31 diantaranya masih tutup,” ungkapnya.

 

Faktor lain yang berpengaruh positif terhadap realisasi PAD tidak lain upaya pemerintah. Oktav mengakui instruksi Walikota Maurits Mantiri dan Wakil Walikota Hengky Honandar menjadi cambuk bagi pihaknya.

 

“Kami mencoba memaksimalkan semua potensi PAD yang dimiliki. Ini sesuai instruksi dari pimpinan. Dan salah satu hasilnya kami sekarang punya pendapatan dari pajak parkir kendaraan. Kami bekerjasama dengan Alfamart dan Indomaret untuk hal ini,” bebernya.

 

Dalam kesempatan itu Oktav menginformasikan realisasi sementara PAD dari pajak perhotelan dan restoran. Untuk perhotelan realisasinya sebesar Rp 1,1 miliar dari target Rp 2,5 miliar, sedangkan restoran sebesar Rp 2,7 miliar dari target Rp 4,2 miliar.

 

Pajak perhotelan tak hanya menyasar usaha perhotelan itu sendiri. Cakupannya termasuk usaha cottage, resort, penginapan dan tempat kos. Demikian pula dengan pajak restoran. Wajib pajak yang jadi sasaran terdiri dari usaha restoran, rumah makan dan cafe non hiburan.(bds)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MEGA MANADO di GOOGLE NEWS

Related posts