Manado, megamanado.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Manado Tahun 2020 untuk Basis Keagamaan.
Bertempat di Manado Quality Hotel, kegiatan dibuka langsung oleh Ketua KPU Manado Jusuf Wowor dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, Rabu (7/10/2020). Selain Wowor, juga hadir empat komisioner lainnya.
Dalam Sambutannya sebagai Ketua KPU Kota Manado, Jusuf menyampaikan bahwa ini merupakan sesi kedua dalam penyelenggaraan Sososialisasi hari ini, Hadir bersama kita Rektor IAIN Manado dan Dr. Pasiak yang ahli dalam bidang otak.
“Terkait agenda sosialisasi ini kalau kita tidak hadir sangat disayangkan. Untuk itu kepada bapak ibu undangan yang sudah hadir agar dapat menggunakan kesempatan yang ada sebagai tokoh agama dengan sebaik mungkin,” ucap Wowor.
Sementara, Dr. Pasiak selaku pemateri dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa, dalam segi ilmu perilaku bijaksana dan tanggung jawab pertisipasi Pilkada dalam indeks kerawanan pemilu ada beberapa faktor yang mempengaruhi.
“Faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya, antara lain adalah sosial dan politik, dan dalam indeks kerawanan pemilu relasi kuasa di tingkat lokal adalah tokoh agama itu sendiri,” kata Pasiak.
Menurutnya, teori membuktikan bahwa lingkungan agama dapat mempengaruhi indeks kerawanan pemilu, dan indeks kerawanan pemilu sulawesi utara menempati posisi paling atas dengan tingkat kerawanan tertinggi.
“Dorongan mendapatkan keamanan dan kenyamanan adalah dorongan yang paling inti pada manusia. Sehingga sebagai tokoh agama dalam agenda pilkada di Kota Manado harus menjaga integritas dan harga diri, sebab peran tokoh agama dalam pelaksanaan Pilkada sangatlah penting.” ucapnya. (*/buf)

