MITRA – Tokoh masyarakat Ratatotok, Hi.Kasim Mololonto pun angkat bicara mengenai tambang Ratatotok dikecamatan Ratatotok kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Sulawesi Utara (Sulut), yang diduga menjadi ladang rupiah bagi sejumlah oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal.
Ia pun mendesak pemerintah untuk menelusuri aktifitas tambang yang kian marak diwilayah Ratatotok tersebut.
“Sangat disayangkan ketika ada indikasi tambang Ratatotok dibiayai oleh investor asing, kemudian seenaknya menjarah hasil bumi di daerah ini. Kami mendesak pemerintah untuk mengambil sikap,” desak Kasim.
Adapun pihak Kantor Imigrasi Kelas Satu TPI Manado saat dikonfirmasi soal keberadaan tenaga kerja asing di tambang Ratatotok, mengakui bahwa sudah pernah menerima laporan tentang hal tersebut.
“Kami sudah lakukan sidak untuk memastikan kebenaran informasi tersebut,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas Satu TPI Manado Frice Sumolang saat menggelar Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat kabupaten disalah satu kawasan rumah makan di Ratahan belum lama ini.
Menurutnya, dalam hasil sidak memang pihaknya belum mendapati orang asing yang disinyalir kuat bekerja tanpa ijin dilokasi yang dimaksud. Hanya saja dengan adanya Timpora, dia berharap persoalan ini akan terkuak secepatnya.
“Ya apalagi kalau sudah ada warga yang melapor. Ini menjadi pintu masuk bagi kami. Namun juga kami sangat berharap dukungan semua stake holder. Sebab pada prinsipnya, tidak dibenarkan ada warga asing tanpa dokumen pendukung yang legal, kemudian beraktifitas dan menjadi tenaga kerja diwilayah NKRI,” ujarnya.
Lebih lanjut Sumolang menegaskan dalam upaya pengungkapan kasus ini, pihak Imigrasi siap memberi imbalan bagi setiap warga pemberi informasi akurat terkait keberadaan TKA diwilayah tambang Ratatotok.
“Kita siap beri imbalan bagi warga. Asalkan memberikan informasi yang akurat,” pungkasnya. (tom)

