Memperebutkan thropy AI REKTAS CUP dan Uang Jutaan Rupiah.
MINUT, MMC — Memperingati HUT Republik Indonesia Ke-73 Tahun, berbagai kegiatan bahkan Lomba- yang di lakukan masyarakat Indonesia sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada Para Pejuang yang telah mati-matian membela Negara Republim Indonesia yang kita cintai.
Salah satu kegiatan yang kreatif Masyarakat Desa Kolongan (Reko Atas) menggelar Lomba Bilyard 9 Ball, di hadiri oleh sejumlah Atlet Nasional yang tidak asing lagi di ingatan kita dan sudah memiliki lebih dari 1 Piala di berbagai Perlombaan, tidak hanya sekedar menyalurkan Hobby di Cabang Olah Raga Bilyard, ini juga bisa jadi ajang perekrutan Atlet-Atlet Muda yang berbakat di Bola Sodok ini.
Tampak hadir seperti Sang Legenda Sulut Herry Iwan Pondaag, Ferdinand Sinyo Karolles, Sonny Rumondor, Rendy Rarumangkay, Jendry Amrain.
Selain sederetan nama atlet nasional diatas, ada pula atlet lokal yang sudah malang melintang dalam lomba bilyar di Provinsi Sulawesi Utara seperti Shiro Vero Coorneles, Ramly Hasan (Ungke), Tontje Mamangkey, Ronald Makalew, dan Gerald Singal, Sukri Ismail, David Singal, Arifin S.
Selain segudang nama atlet bilyar yang hadir, tampak pula Baker John Simbuang salah satu masyarakat Airmadidi yang pernah menjadi wasit turnamen bilyar internasional yang digelar di Ha-ha Bilyard tahun 2008 silam, dan wasit bilyard tingkat nasional juga.
Menurut Koordinator pelaksana (Korlak) lomba Oche Sambuaga, lomba bilyar yang dilaksanakan kali ini murni swadaya dari Bapak Harley (Ay) Wullur dengan tujuan hanya untuk memeriahkan HUT Proklamasi RI ke-73 saja.
“Tidak ada kepentingan apa-apa, semua ini diselenggarakan selain untuk memeriahkan HUT Proklamasi RI ke-73, lomba ini juga digelar untuk merangsang animo masyarakat Minut terhadap olahraga bilyar,” ujar Sambuaga.
Lomba ini, lanjut Oche hanya dilaksanakan selama dua (2) hari saja. “Lomba hanya dilaksanakan selama dua hari saja yaitu hari ini (Kamis 16 Agustus), samai besok (17 Agustus) 2018. Pertandingan bilyar 9-ball (nine-ball) digelar memakai sistem gugur dan peraturan internasional,” tandasnya.
Menurut Herry Iwan Pondaag pebilyar kawakan yang dikenal paling banyak membawa nama Provinsi Sulawesi Utara dalam di tingkat nasional, Kabupaten Minahasa Utara merupakan daerah yang memilikki bibit muda berpotensi di cabang olahraga apa saja, termasuk bilyar.
“Saya sangat mengapresiasi perhatian yang digagas Pak Ay Wullur yang melaksanakan pertandingan seperti ini,” ujar pebilyar senior asli Sulawesi Utara itu. Herry juga berharap, Kabupaten Minahasa Utara memiliki struktur Persatuan Olahraga Bilyar Seluruh Indonesia (POBSI) yang konsisten, agar para atlet berbakat, tidak berkiprah ke daerah lain.
“Perkuat organisasi POBSI Minut, dengan merekrut pengurus yang punya hobby, pemahaman dan minimal bisa bermain bilyar, agar semua dapat berkolaborasi membesarkan cabang olahraga Bilyar di Minut, Sulut, bahkan Tingkat Nasional dan Internasional,” pungkas Herry Iwan Pondaag.
Perlombaan dibagi dalam dua (2) kelas, yaitu Kelas Pemula dan Kelas FFA (Umum), sedangkan hadiah 6ang diperebutkan adalah:
Juara 1 Rp. 3.500. 000
Juara 2 Rp. 1.500. 000
Juara 3 Rp. 1.000. 000
Juara 4 Rp. 500. 000
Dihari pertama, peserta pertandingan kelas bergengsi (FFA) ada 32 orang yang akan beradu di dua (2) unit meja ukuran sembilan (9) feet.
Dalam pertandingan pertama, di meja 1, berhadapan Ramly Hasan (Ungke) dengan Denny Rondonuwu, dimenangkan Ramly dengan skore 6-2.
Di meja 2, berhadapan Sonny Rumondor lawan Jefry Wangania, dimenangkan Sonny dengan skore 6-2.
Sampai berita ini naik, pertandingan masih berlangsung seru, diperhitungkan sampai pukul 12:00 witta atau jam 12 malam.
Hadir juga beberapa insan Jurnalis yang di undang untuk meliput kegiatan tersebut.
(Sis)
