MINUT, MEGA MANADO — Reses masa sidang II Tahun Sidang IV Tahun 2018 Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Utara (MINUT) Fredrik Runtuwene Dapil III meliputi Kecamatan Airmadidi, dan Kecamatan Kalawat melaksanakan Reses di Desa Sawangan Jaga I, didampingi Hukumtua Desa Sawangan Stendry Wangke dan seluruh Perangkat Desa. Selasa (24/4/18).
Reses di buka dengan Ucapan Selamat datang dibawakan oleh Sekretaris Desa, di lanjutkan dengan Doa yang di bawakan oleh salah satu Pemuka Agama Desa Sawangan, setelah itu langsung pada pokok acara yaitu penyampaian maksud dan tujuan kegiatan reses tersebut di dampaikan langsung oleh Fredrik Runtuwene.
“Kehadiran saya disini bukan mengatasnamakan Partai Politik, tapi kehadiran saya disini karena perintah Undang Undang dan karena rasa keterpanggilan karena Dapil saya dan suara saya banyak di sini,” kata Uche sapaan akrab Fredrik Runtuwene.
Fredrik Runtuwene Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), yang kini duduk di Badan Anggaran (Banggar) Dekab Minut, didampingi staf Sekretariat Dewan Minahasa Utara (Setwan Minut), Daniel E Mandey SE dan Eryk Makagiantang, disambut hangat masyarakat Desa Sawangan dibawah pimpinan Hukumtua, Stendry Wangke SH bersama para perangkat desa.
Menurut politisi yang dikenal berani memberikan lahan perkebunannya untuk jalan menuju ke Zona wisata Kaki Dian ini, ia wajib hadir di Sawangan, sebagai abdi negara yang diperintah oleh undang-undang. ”Sekarang ini, ditempat ini saya tidak berbicara politik, tapi mengajak sudara untuk merancang konsep-konsep pembangunan,” katanya.
Runtuwene kemudian mengajak masyarakat Desa Sawangan untuk menyampaikan aspirasinya.
“Untuk Triwulan didepan, kita punya tiga (3) proyek aspirasi seperti proyek irigasi dengan anggaran Rp. 200.000, yang nanti kita ambil dari instansi terkait berupa pembuatan kolam-kolam ikan air tawar,” beber Runtuwene.
Kedua, Runtuwene akan mengawal proyek jalan pertambangan dengan pagu sebesar 10 miliar, lebar 15 meter melingkupi Kelurahan Airmadidi Bawah, Sawangan, Tumalungtung.
“Ini terhenti gara-gara Pemda tidak ada anggaran pembebasan lahan, tapi kita akan terus berupaya sampai mendapat solusi,” ujar Uche optimis.
Kepada warga, Runtuwene memberikan kesempatan 3 pengangkat aspirasi.
Penyampaian Aspirasi pertama, di utarakan Ibu Pendeta Agustina Bawata’a, tentang solusi meredam kemacetan untuk Desa Sawangan pada Acara Pengucapan Syukur di Bulan Juli nanti.
“Kita akan upayakan lewat jalur merintis jalan baru, mengingat jalan baru sebagai sarana pendukung jalan utama, mengingat Jalan Poros Desa Sawangan sudah ditingkatkan menjadi Jalan Nasional, tapi mari kita semua hoptimis, agar semua bisa berjalan sesuai rencana,” tukas Uche.
Aspirasi kedua disampaikan Pdt Martje Kawuwung, ia minta upaya pelebaran jalan dan pemberdayaan lahan nganggur dibuka sarana jalan maupun kolam ikan, dari pemahaman Runtuwene, itu butuh perencanaan panjang, mengingat faktor birokrasi. “Tapi selagi saya masih Anggota DPRD Minut, semampu saya pasti saya usahakan, sesuai prosedur yang ada,” timpal dia.
Aspirasi ke-tiga di utarakan oleh Harley Rotinsulu, meminta pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya untuk para pemuda dan peningkatan fasilitas kesehatan Desa Sawangan, sebab sampai hari ini Puskesmas Sawangan belum miliki tenaga dokter, mendapat perhatian khusus dari Uche.
Sesi ke-dua, penanya pertama Leo Kalempouw, tentang Honor Kepala Lingkungan (Kepala Jaga) dan bantuan duka yang begitu rendah dibanding Kabupaten Minahasa Tenggara
Penanya kedua, Junius Mandagi mengusulkan pemberdayaan Karang Taruna dan sasaran kreatifitasnya, Anggaran untuk Tim Kabesaran, sedangkan France Mawuntu mengusulkan jalan lingkar perkebunan dari Jembatan Gantung sampai Jembatan Sawangan-Tanggari.
Hadirin dihibur permainan Musik Kolintang Sanggar Legacy Sawangan yang baru saja meraih Juara I Tingkat Nasional di Provinsi Bali
Di sesi ke-3, Yossi Pinaria tentang jalan 3 km menghubungkan Desa Sawangan-Tanggari, yang juga ada sarana permaindian air panas.
Karel Tulong, biaya jalan lingkar Timur untuk memguraikan kemacetan, sedangkan Yusuf Kaseger, hanya menambahkan apa yang telah diucapkan penyampai aipirasi sebelumnya.
(Sis)


