MANADO-Reses Wakil Ketua DPRD Manado Richard Sualang di Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Jumat (1/12/2017) lalu sedikit berbeda. Wakil rakyat peraih suara terbanyak pada Picaleg 2014 lalu itu tanpa didampingi satu pun staf dari Sekretariat DPRD Manado.
Ia harus mencatat semua pertanyaan dan aspirasi dari ratusan warga yang hadir. Legislator terbaik dalam beberapa tahun terakhir versi Sulut Press Club (SCP) pun juga membuat resume sendiri di penghujung acara.
“Salut buat Richard Sualang yang tetap melaksanakan reses dan menjawab semua pertanyaan dan keluhan masyarakat, meski tanpa staf. Hal seperti ini perlu menjadi perhatian Sekretariat DPRD Manado,” ungkap aktivis LSM Terry Umboh kepada wartawan di Manado, Senin (4/12/2017) pagi.
Saat pelaksaaan reses sendiri, sejumlah persoalan disampaikan warga. “Ada banyak persoalan. Namun yang paling urgen menurut saya adalah kejelasan tambatan perahu nelayan,” kata Ating Pangumpia.
Pemerintah dan reklamator menurut Ating pernah menjanjikan tambahan perahu seluas 5 ribu meter persegi. “Namun, bukannya direalisasikan, tambatan perahu yang kami pakai justru sudah dibongkar dan tak dikembalikan oleh pemerintah,” katanya.
Persoalan lain adalah layanan puskesmas yang kurang prima, layanan BPJS Kesehatan yang masih membingungkan hingga persoalan infrastruktur yang tak kunjung beres di wilayah tersebut.
Menyangkut tambatan perahu, Sualang berjanji untuk menyampaikan dan menanyakan langsung ke pemerintah. “Sebab untuk tambatan perahu, walaupun lahan tersebut pengukurannya masih berproses, seharusnya nasib nelayan tak boleh diabaikan. Camat Sario, Pak Marthen Kapojos agar memperhatikan hal tersebut,” ucap Icad, sapaan akrab Richard Sualang.
Ada pun soal layanan kesehatan, Sualang menegaskan semua Puskesmas wajib melayani semua masyarakat baik yang ditanggung KIS maupun BPJS kesehatan. “Puskesmas tidak boleh menolak, karena tugasnya ya memang melayani. Akan ditanyakan ke Dinkes. Untuk yang tidak menerima obat, jangan sekali kali tanda tangan,” kata Sualang lagi. (rey/nji)

