Manado, megamamanado-Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus menjadi topik menarik yang terangkat dalam diskusi di Hotel Formosa, Rabu (11/2/2025). Ketua DPD Gerindra Sulut itu menghadirkan nuansa kepemimpinan yang baru. Kepemimpinannya mengayomi dan menyejukkan semua kalangan.
“Kepemimpinannya tak berjarak, tanpa sekat dan tak neko-neko. Kepemimpinannya berakar dan bermuara pada kesejahteraan rakyat,” kata Decky Maskikit, tokoh pemuda Sulut saat membuka diskusi bertajuk Tou Sulut Bicara Pembangunan di Daerah Nyiur Melambai.
Decky kemudian mengurai gerak cepat YSK dalam pemulihan bencana di Kepulauan Sitaro. “Ia merogoh kocek pribadi untuk membeli seng dan keperluan warga lainnya. Gubernur YSK pemimpin yang memahami penderitaan rakyatnya,” ujarnya.
Decky bertutur saat terjadinya bencana itu, YSK sebenarnya dalam kesehatan yang kurang baik. Namun orang nomor satu dalam tata kelola pemerintahan Sulut itu tetap terbang ke Sitaro. “Ya Gubernur YSK seharusnya beristrahat, tapi dia tak memedulikan kesehatannya. Pelayanan terhadap masyarakat lebih dia utamakan,” ucapnya.
Gerak cepat YSK juga menurut Decky terlihat saat memfasilitasi dan mempercepat sambungan layanan listrik 24 jam di sejumlah pulau terpencil. “Ada empat pulau di Kabupaten Minahasa Utara yang mendapat sambungan listrik 24 jam di tahun 2025. Keempat pulau tersebut adalah Talisa, Gangga, Nain dan Mantegahe,” Decky menguraikan.
Selain empat pulau itu, Gubernur YSK juga memafasilitasi sambungan listrik 24 jam di Pulau Buhias, Kepulauan Sitaro dan Pulau Kakorotan Kabupaten Kepulauan Talaud. “Ini bukti nyata kinerja pemerintahan Gubernur YSK untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Tou Sulut melihat akselerasi pembangunan di segala aspek akan berjalan baik dengan kepimpinan YSK yang baik. “Kepemimpinan yang baik akan menjadi parton sampai ke tingkat pemerintahan desa. Makanya kami memberi apresiasi atas kepemimpinannya yang mengayomi dan menyejukkan,” kata Ram Makagiansar, Ketua DPD Apdesi Merah Putih Sulut.
Dalam diskusi yang dipandu jurnalis senior Aji Pramono itu, Ram selanjutnya membeber pembenahan lokasi pariwisata Bukit Kasih di Kanonang Kabupaten Minahasa.”Bukit Kasih adalah salah satu Ikon pariwisata Sulut, dan sudah lama tidak tersentuh, dalam kepemimpinan YSK-VM, pemerintah Sulut telah menata kembali Bukit Kasih, dan tentunya menggairahkan kepariwisataan di Sulut,” Ram menerangkan.
Ia optimistis pariwisata akan kembali menggeliat dengan penanganan yang profesional. “Apdesi Merah Putih siap bersinergi untuk memajukan pariwisata dan sektor lainnya,” kata Ram.
Optimisme akan kebangkitan pariwisata Sulut juga disampaikan pelaku pariwisata Sulut, Leonard Parrangan. Dengan kepemimpinan YSK yang baik Parrangan percaya semua sektor, termasuk pariwisata akan bertumbuh dan berkembang.
“Penerbangan jalur penting sudah dibuka. Gubernur YSK sangat jeli melihat peluang, termasuk memanfaatkan spot-spot pariwisata,” katanya.
Sulut dalam pandangan Leonard mempunyai aset pariwisata yang luar biasa. Namun, fasilitas penunjang kadang tidak memadai.
“Pemerintah Minahasa kalau ingin menjadikan Tondano Pante sebagai ikon pariwisata, tentunya harus memperbaiki akses kesana, dan banyak para turis yang ingin kesana, namun terkendala oleh akses jalan, serta malam hari tidak ada penerangan alias gelap,” aku Leonard.
Ia juga mengkritisi layanan menuju Pulaua Bunaken. “Pelabuhan yang terlihat semrawut, harga tiket yang tidakk sama dan sistem keselamatan yang perlu mendapat perhatian khusus,” katanya.
Leonard juga mendorong pengenalan budaya yang lebih baik lagi seperti tari maengket, kolintang, musik bambu dan lainnya.”Banyak para turis yang ingin mengenal budaya Sulut, seperti kesenian musik Kolintang dan tarian Marngket, namun mereka kecewa, karena para pemain dan penarinya tidak ready,” ujarnya.
Leonard optimis dibawah pemerintahan Gubernur YSK, pariwisata Sulut akan terus berkembang. “Saya pikir Gubernur YSK sudah punya blue print pengembangan pariwisata dan semua sektor. Dengan keteladanan yang dia berikan, saya yakin Sulut akan maju dan berkembang,” kata Leonard.
Dalam kesempatan tersebut, forum sepakat memberikan apresiasi atas pemerintahan YSK-VM yang tetap bisa memberikan yang terbaik walau dengan keterbatasan anggaran. “Gubernur YSK tetap berupaya menjadikan Sulut menjadi baik. Semua sektor menjadi perhatian gubernur,” ujar Maskikit.
Dia berharap semua staf khusus bekerja lebih intens turun. “Jangan biarkan Gubernur YSK bekerja sendiri,” harapnya.
Sementara Pemerhati Sulut Joppy Tania melihat olah raga yang kembali bergairah di tangan Gubernur YSK. “Persma kembali, olah raga juga mulai hidup,” ucap Joppy.
Secara khusus ia menyampaikan kekagumannya atas niat baik YSK membersihkan kolam renang Ranowangko dengan menggunakan dana pribadi.
Joppy mengakui masyarakat Sulut menunggu pelaksanaan program YSK-WM kedepan, dan pemerintahan YSK-VM, dapat memahami yang diperioritaskan warga Sulut kedepannya.
“Warga Sulut mengharapkan agar Pemerintahan YSK-VM bisa memacu program yang sudah ada. Dan kita kiranya bersama-sama bisa saling bekerja sama demi Sulawesi Utara, agar kedepannya Sulut biaa dikenal di mata nasional, maupun intetnasional,” tutupnya.
Sementara itu, keterwakilan dari jurnalis Sulut, Alexander Mellese mengharapkan agar wartawan Sulut bisa bersinergi membantu program Gubernur YSK, dengan mengsupport kinerja dari pemerintahan Sulut. (acl)

