Kapolsek Singkil Dipolisikan Buntut Penganiayaan dan Perkataan Rasis, Ibu Korban : Anak Saya Dipukul dan Dikatakan Monyet

megamanado.com, Manado — Perlakuan tidak terpuji diduga sengaja dilakukan oleh seorang aparat Kepolisian di Kota Manado terhadap seorang remaja bernama Fatahillah Raihan Ismail yang akrab disapa Ian warga asal Kelurahan Wawonasa, Lingkungan II, Kecamatan Singkil.

Oknum Polisi tersebut diketahui bernama Leonardo Simanjutak berpangkat Inspektur Dua (Ipda) yang menjabat sebagai Kapolsek Singkil, Polresta Manado.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/515/VIII/2025/SPKT/Polda Sulawesi Utara dan keterangan langsung dari korban, bahwa persoalan bermula saat sejumlah anggota Polisi dari Polsek Singkil mendatangi rumah korban Fatahillah pada Minggu, (03/8/2025) dengan maksud menangkap anak tersebut dengan tuduhan terlibat dalam tawuran antar kampung.

Saat berada di Polsek Singkil korban Fatahillah berujar bahwa dia sama sekali tidak terlibat, namun Kapolsek Lulusan Akpol tersebut malah
berbuat arogan dengan memukul korban Fatahillah alias Ian dibagian kepala, dada, kemudian menampar serta menendang korban.

Fatahillah Raihan Ismail

Tidak cuma itu saja, Kapolsek muda tersebut dengan lantangnya mengatakan anak tersebut dengan sebutan ‘monyet’.

Usut punya usut ternyata Fatahillah bukanlah pelakunya, itu didasarkan pada bukti foto pelaku sebenarnya yang diperlihatkan Kapolsek, ternyata wajah pelaku berbeda dengan wajah Fatahillah alias Ian.

Jadi pada kenyataanya Polsek Singkil sudah salah mengidentifikasi pelaku sebenarnya sehingga terjadi salah tangkap, dan Kapolsek diduga sudah melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Terbukti tidak bersalah, dan sudah terjadi kesalahan dalam proses identifikasi pelaku sebenarnya, hari itu juga Fatahillah diperbolehkan pulang kerumahnya oleh Kapolsek Singkil.

Keberatan dengan kejadian tersebut, orang tua dari Fatahillah langsung mendatangi Polda Sulut guna melaporkan kejadian yang sudah dialami anaknya. Menurut ibu korban, hasil visum menunjukan bukti adanya kekerasan di sejumlah tubuh Fatahillah.

“Saya sebagai seorang ibu tidak terimah dengan apa yang dialami anak saya, dia dituduh sebagai pelaku tawuran kendati bukan dia, dipukul hingga babak belur serta dikatakan monyet, anak saya manusia kalau dia dikatakan monyet berarti saya sebagai ibunya juga monyet, saya melihat Kapolsek tersebut sangat arogan, saya mengaharapkan hukum ini dapat ditegakkan, meminta Kapolda Sulut selaku orang nomor 1 di institusi Kepolisian Wilayah Sulut agar menindak tegas anak buahnya yang sudah semena-mena” ujar Nurjia Ibu Korban.
(Irv)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MEGA MANADO di GOOGLE NEWS

Banner Memanjang

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *