TOMOHON, Megamanado.com – Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., menghadiri Peluncuran dan Dialog Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Sabtu (31/5/2025).
Acara strategis ini merupakan bagian dari program nasional pembentukan koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, yang dicanangkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia bersama Kementerian Koperasi RI.
Dalam pemaparannya, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen. TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., melaporkan perkembangan pembentukan Koperasi Merah Putih di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sulut, sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi ekonomi berbasis desa.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., menyampaikan bahwa koperasi tersebut akan dibentuk di 75.265 desa dan 8.596 kelurahan di seluruh Indonesia yang tersebar di 416 kabupaten dan 98 kota di 38 provinsi.
“Pembentukan Koperasi Merah Putih bertujuan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan berkelanjutan sebagai bagian dari Asta Cita kedua, dan membangun pemerataan ekonomi dari desa sebagai bagian dari Asta Cita keenam menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Yandri.
Peluncuran ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, antara lain, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ir. H. Ahmad Riza Patria, MBA., Wakil Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, S.E.Ak., M.Si., Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara, Kepala daerah se-Sulut, Jajaran Kementerian terkait dan Pemerintah Provinsi Sulut, Seluruh kepala desa dan lurah se-Provinsi Sulawesi Utara
Dalam momentum ini, Wakil Wali Kota Tomohon menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Tomohon terhadap program tersebut sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis lokal.
“Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat desa dan kelurahan, termasuk di Kota Tomohon. Kami siap bersinergi,” ujar Rumajar di sela-sela kegiatan.
Dengan diluncurkannya program ini, diharapkan setiap desa dan kelurahan di Indonesia, termasuk Tomohon, dapat mengembangkan potensi lokal secara mandiri, berkelanjutan, dan inklusif.
(Fjt)

