Oknum Anggota Dewan Mitra Diduga Keruk Emas Ilegal, Polda Sulut Terkesan Tutup Mata 

Megamanado.com, Mitra–Pelaku Pertambangan Ilegal (PETI) di Ratatotok Mitra sepertinya sudah mendapat lampu hijau oleh Aparat Penegak Hukum (APH), oknum- oknum pelaku PETI dengan leluasa mengeruk emas menggunakan alat berat jenis excavator.

Lebih parahnya lagi, dari sekian banyak oknum-oknum pelaku tambang ilegal di Ratatotok terdapat seorang wakil rakyat yang dengan berani nya melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

DM alias Dekker merupakan Anggota Dewan aktif Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dari partai Nasdem, legislator ini diduga secara terang-terangan mengacak-ngacak lokasi Rotan di Ratatotok untuk mencari emas.

Pihak Aparat Penegak Hukum (APH) khusunya Kepolisian Polres Mitra dan Polda Sulawesi Utara terkesan bungkam dengan adanya aktivitas PETI di Ratatotok ini, sepertinya pihak APH tidak berani menindaki pelaku tambang ilegal karena di back up anggota Dewan DM ini.

Perilaku DM merupakan preseden buruk terhadap suatu lembaga, tindakannya dapat mencoreng citra DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara sekaligus Partai Nasdem, seorang Anggota Dewan seharusnya dapat mencerminkan berperilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari bukan malah sebaliknya.

Salah satu alat berat yang mengeruk material emas ilegal di Lokasi Rotan Ratatotok

Diketui beberapa waktu lalu, DM sempat diproses hukum terkait tambang ilegal, namun status keanggotaan sebagai wakil rakyat tidak pernah dicabut, bahkan saat ini sudah lebih berani melakukan aktivitas ilegal tanpa rasa takut dengan ancaman hukuman yang berat. Ini memunculkan presepsi bahwa DM telah mendapat restu dari APH untuk beraktivitas tanpa adanya gangguan.

Ini semakin dikuatkan dengan adanya laporan dari berbagai kalangan, diantaranya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) INAKOR dan LSM LPAKN, kedua LSM besar tersebut sudah hampir sebulan memasukan laporan tentang adanya aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Ratatotok yang dilakukan oleh oknum DM, bukti-bukti berupa foto serta video lengkap sudah dimasukan ke Polda Sulut,namun sampai detik ini tidak ada tindakan nyata bahkan laporan tersebut terkesan mengambang.

Ketua LSM INAKOR Rolly Wenas saat memasukan bukti-bukti PETI Ratatotok di Polda Sulut

“Pihak kami sudah memasukan bukti-bukti adanya aktivitas pengerukan material emas di beberapa lokasi di Ratatotok, kami masih menunggu tindakan nyata dari aparat Kepolisian khususnya Polda Sulut, jelas praktek-praktek ilegal semacam ini bukan cuma merugikan negara dari segi pajak, namun juga dari segi Lingkungan, dimana pemakaian bahan kimia saat proses pengolahan material mengandung emas menjadi emas murni tentu saja dapat membahayakan lingkungan, tidak adanya pengolahan limbah yang baik tentu saja akan berdampak negatif terhadap kehidupan banyak orang”, cetus Ketua LSM INAKOR Rolly Wenas.
(Irv)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *