Reklamasi Boulevard Dua Sebuah Keniscayaan, Tokoh Masyarakat Tuminting: Saatnya Manado Utara Bangkit

Annes Supit (Foto: dok AS)

Manado, megamanado-Rencana reklamasi dan pembangunan pusat perdagangan di wilayah Manado Utara menuai dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Annes Supit. Lulusan S2 dari perguruan tinggi ternama di Indonesia itu menilai kehadiran pusat baru perdagangan di Manado Utara akan membuat Ibukota Provinsi Sulut semakin maju.

“Pemerataan pembangunan itu perlu dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Makanya reklamasi di kawasan Manado Utara bagi saya sebuah keniscayaan,” kata Annes kepada wartawan di Manado, Senin (13/5/2024).

Read More

Ia kemudian membandingkan pembangunan di Manado Selatan dengan Manado Utara. Menurut dia ada gap atau kesenjangan di antara dua  wilayah tersebut.

“Kantor pemerintah, swasta, pusat bisnis dan rekreasi semua ada di bagian selatan dan tengah. Bahkan tiga mall dan Lagoon sebagai gedung tertinggi ada di bagian selatan,” Annes memaparkan.

Kesenjangan tersebut perlu dihilangkan. “Roda pembangunan harus terus berjalan seiring dengan era globalisasi saat ini.  Saatnya Manado bangkit,” ucapnya.

Salah satu tokoh masyarakat Tuminting ini percaya pembangunan Boulevard Dua tidak akan meninggalkan akar budaya dana tradisi melaut nelayan setempat. Annes mengaku sudah bertemu dengan pengembang untuk menanyakan soal keberadaan nelayan.

“Pihak investor menyediakan fasilitas tambatan perahu yang spesial, berbeda dengan reklamasi lain. Nelayan adalah bagian yang terpisahkan dari pembangunan kawasan Boulevard Dua. Justru nelayan adalah inspirasi utama,” ungkapnya.

Selain nelayan, kehidupan masyarakat pesisir juga menjadi perhatian khusus pengembang. “Tak ada penggusuran.  Sebaliknya investor akan memberdayakan masyarakat pesisir. Saya minta itu sebagai persyaratan dan investor menyetujui,” Annes menguraikan.

Pria yang sering tampil di berbagai forum nasional ini juga menjamin terjaganya keseimbangan alam. “Kajian amdal bisa dipertanggungjawabkan. Izin reklamasi sudah melalui tahapan yang benar,” ucapnya.

Soal pro dan kontra di masyarakat  menurut Annes wajar. Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih atas masukan, saran dan kritikan dari berbagai kalangan, termasuk aktivis LSM.

“Saya percaya maksud dan tujuan mereka baik. Kita butuh mereka sebagai penyeimbang dan alat kontrol dalam pekerjaan pelaksanaan proyek reklamasi,” katanya.

Bagi Annes, keberadaan Boulevard Dua sebagai anugerah Tuhan bagi masyarakat Manado Utara. “Kelak reklamasi dan pusat perdagangan baru di kawasan Manado Utara akan dirasakan manfaatnya oleh anak cucu kita,” ujarnya. (*/alc)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *