Ka Balai Hendro Mungkin Lelah, Kinerja BPJN Sulut Dinilai Amburadul

Megamanado.com, Manado—Kabar adanya dugaan kinerja buruk BPJN Sulut semakin berembus kencang, berbagai tudingan soal pelaksanaan pekerjaan yang amburadul seakan tidak mampu ditepis.

Terbaru, ada dugaan terjadi kesalahan yang sangat fatal saat pembuatan jembatan di Wilayah Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), dimana proyek pembuatan Jembatan Gantung yang menghubungkan Desa Goyo dan Desa Ollot tidak Sesuai Spesifikasi dan Gambar Rencana (Shop Drawing). Tidak cuma itu saja, belakangan diduga bahwa proses pembuatan jalan di Sulut tidak mengacu pada aturan yang sesuai terhadap penerapan spesifikasi teknis revisi II tahun 2018 dalam proses pencampuran material.

Fungsi, kontrol dan pengawasan BPJN Sulut patut dipertanyakan. Ka Balai BPJN Sulut Hendro Satrio yang digadang-gadang akan dipromosikan sebagai Ka Balai pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional (B2PJN) sepertinya masih belum mampu, tugas negara yang diembannya di dua daerah berbeda yakni di Sulut dan di Maluku Utara sepertinya membuat energi Hendro terkuras, belum lagi harus mengurus proyek E-Katalog yang seakan membuat pusing atau binggung mau diberikan ke Kontaraktor yang memenuhi kriteria.

Ketika diikonfirmasi perihal permasalahan Jembatan Gantung Goyo, pihak BPJN tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Saat media ini meminta ka Balai untuk klarifikasi perihal jembatan tersebut, beliau menyarankan untuk berkomunikasi dengan Ka Satker dan PPK langsung, Ka Satker wilayah II Rhismono ketika ditemui di ruangannya beberapa saat lalu tidak bisa memberikan keterangan jelas mengingat dia menjabat saat pekerjaan hampir selesai.

Terpisah, PPK 2.3 Renly Sembiring ketika diwawancarai perihal pekerjaan ini, Rabu (27/3/22), menampik semua data yang ditunjukkan.

Namun sampai detik ini pihak Balai tidak dapat menjelaskan secara rinci atau setidaknya memberikan data tandingan atas data-data temuan yang di layangkan pihak narasumber jelas media ini perihal pembuatan Jembatan Gantung Goyo tersebut.

Begitu juga saat media ini mengkonfirmasi perihal penerapan spesifikasi teknik rev II 2018 serta mutu aspal yang di gunakan sebagian besar kontraktor saat menangani pekerjaan di Sulut, pihak Balai baik kabalai, Ka Satker serta PPK tidak mersepon, Ini semakin memperjelas kinerja BPJN Sulut dalam hal transparansi atau keterbukaan ke Publik.

Sumber terpercaya media ini mengatakan, data-data tentang kesalahan dalam proses pengerjaan Jembatan Goyo ini sudah lengkap, ada juga dugaan penggelembungan volume serta aliran dana dari dan kesiapa.

” Saya siap memberikan bukti terkait perkerjaan Jembatan Goyo yang tidak sesuai Spesifikasi dan Gambar rencana, ada juga pengelembungan volume, aliran dana ke siapa, waktu kapan dan dimana saya tahu persis” terang Narsum.

(Irv)

 

Related posts