Bak Beli Kucing Dalam Karung , Sirajudin Lasena Terkecoh Terima Proyek Bermasalah

Megamanado.com, Bolmut — Jembatan Gantung Goyo di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sudah diresmikan beberapa saat lalu, jembatan yang menghubungkan Dusun Ollot dan Desa Goyo ini sudah lama didambahkan masyarakat setempat sebagai akses utama penghubung antar kampung.

Setelah selesai dibangun, Jembatan Gantung Goyo cs diserahkan Balai Pelaksanaan Jalan dan Jembatan (BPJN) Sulut ke Pemerintah Kabupaten Bolmut sabagai aset daerah.

Dibalik itu semua, ada hal kontras perihal pembuatan jembatan gantung goyo yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Ini kemungkinan bisa berakibat ambruknya jembatan kapan saja, karena teknis pembuatannya tidak sesuai dengan spesifikasi serta gambar rencana (shop Drawing).

Pihak BPJN terkesan tidak serius akan pembangunan di Sulawesi Utara, ini terlihat dari begitu banyaknya pekerjaan yang terpantau tidak selesai tepat waktu, juga tidak menutup kemungkinan masih adanya item pekerjaan di peket-peket yang lain di Sulut bernasib seperti Jembatan Gantung  Goyo, namun baru jembatan ini diduga kuat adanya permasalahan baik dari segi pekerjaan fisik bahkan terindikasi adanya gratifikasi serta penggelembungan volume, ini tergambar dari bukti-bukti narasumber jelas yang sengaja membongkar borok dari pekerjaan tersebut.

Pj Bupati Bolmut Sirajudin Lasena tanpak kompak bersama Kabalai BPJN Sulut Hendro Satrio saat momen gunting pita peresmian jembatan gantung Goyo (ist) 

Pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tentunya senang terkait dibuatnya jembatan di daerah mereka, dinilai pemerintah pusat respect akan pembangunan didaerah tersebut. Namun sayangnya kucuran dana miliaran rupiah dari pemerintah disinyalir diselewengkan segelintir oknum demi kepentingan pribadi, salah satu contohnya adalah pembangunan Jembatan Gantung Goyo cs ini. Pemkab Bolmut ibarat kata “Bak membeli kucing dalam karung” tidak tau isinya apa, spesifikasinya seperti apa, sesuai atau tidak, namun semua itu sudah diatur dalam regulasi undang-undang, jembatan tersebut sudah selesai dikerjakan pihak BPJN Sulut dan diberikan ke Pemkab Bolmut sebagai aset daerah.

Ini perlu adanya evaluasi terkait pejabat-pejabat Utama di BPJN yang dinilai amburadul saat mengawasi pekerjaan dari kontraktor atau pihak kedua. Sepatutnya BPJN lebih intens mengawasi pekerjaan pihak kedua, mengingat yang namanya pengusaha kebanyakan menginginkan untung yang besar dan pengeluaran yang kecil.

Diketahui, beberapa saat lalu Pj Bupati Bolmut Sirajudin Lasena bertindak sebagai orang nomor 1 di Bolmut bersama Kabalai BPJN Sulut Hendro Satrio secara simbolis menggunting pita tanda diresmikan jembatan tersebut.

(Irv)

Related posts