Pembuatan Jembatan Gantung Goyo Diduga Bermasalah, Aroma KKN Tercium Jelas

Megamanado.com, Bolmut — Balai Pelaksanaan Jalan dan Jembatan (BPJN) XV Sulut menuai sorotan, hal ini terkait dengan pembuatan jembatan  di Sulut yang terindikasi meciptakan kerugian negara miliaran rupiah.

Jembatan  dimaksud adalah jembatan gantung yang menghubungkan Desa Goyo dan Desa Ollot di Kecamatan Bolang Itang Barat, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Pembangunan jembatan yang menelan anggaran sebesar 6 miliar lebih ini diketahui baru saja diresmikan.

Peresmian Jembatan Gantung Goyo (Foto Istimewa) 

Mirisnya, jembatan yang sudah lama di dambakan oleh masyarakat setempat sepertinya harus dibongkar apabila nantinya terbukti  tidak sesuai spesifikasi dan Gambar Rencana dalam proses pelaksanaanya.

Berdasarkan keterangan narasumber terpercaya mengatakan, bahwa jelas disini dapat diuraikan bahwa proses pembuatan jembatan Goyo terjadi kesalahan yang bisa mengakibatkan ambruknya  jembatan kapan saja.

Apabila memang demikian maka ini  akan berdampak sangat besar bahkan sangat fatal, dimana jembatan tersebut tidak layak pakai dan tidak bisa diperbaiki sehingga harus dibongkar.

Kalau seperti demikian, sangat jelas tentunya kerugian negara telah tergambar dalam proses pekerjaan jembatan Goyo, kemudian akan terjadinya efek domino, dimana semua yang terkait baik pihak BPJN serta main kontrkator dan konsultan pengawas akan terseret ke dalam permasalahan hukum, entah faktor kelalaian ataukah besar dugaan adanya indikasi KKN.

Menurut narsum, ini sudah Jelas bukanlah kelalaian satu pihak saja, melainkan banyak pihak yang nantinya dapat terseret pada pusaran proyek bermasalah ini.

Dia menjelaskan dengan rinci ihwal  pelaksaan pekerjaan tersebut, menurutnya sudah memiliki cukup bukti yang kuat untuk membongkar borok dalam pekerjaan ini.

” Saya memiliki bukti kuat, pelaksanaan pekerjaan jembatan tersebut jelas-jelas menyimpang dari Spek dan gambar rencana. Saya siap apabila nantinya dihadapkan dengan hukum, saya akan membongkar semuanya. Baik dalam proses pekerjaan bahkan adanya aliran dana dari dan menuju ke siapa akan saya buka semua ” jelasnya.

Dia menambahkan, terkait permasalahan ini segala efek yang nanti bakal terjadi kedepannya sudah dipikirkan secara matang, baik dari aspek hukum dan lain sebagainya, bahkan bersedia juga menjadi Justice Collaborator.

“Saya sekarang masih diluar Kota, dalam waktu dekat ini saya dengan teman-teman wartawan dan LSM akan membawa semua bukti ini ke pihak-pihak seperti Kementrian PUPR, Kejaksaan, instansi Kepolisian bahkan ke Komisi V DPR-RI”, tuturnya.

Terpisah, Pihak BPJN XV melalui Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) Wilayah II Rhismono saat ditemui di ruang kerjanya selasa (26/3/24), belum mau mengeluarkan stetmen terkait persoalan ini.

Sementara PPK 2.3 Renly Sembiring saat ditemui di ruangannya pada Rabu (27/3/24) guna mengklarifikasi terkait persoalan-persoalan tersebut, mengatakan bahwa pihaknya masih merasa yakin kalau data-data yang ditunjukkan pihak narasumber terkait pekerjaan yang tidak sesuai spek tersebut tidaklah benar.

“Saya akan koordinasi, apakah seperti yang dikatakan si Narasumber, disitu kan ada konsultan pengawas dan sebagainya, dan saya yakin tidak seperti itu, kalau terkait adanya gartiviksi saya minta itu dibuktikan kebenarannya”, terang Renly.

Kalau benar terbukti adanya kesalahan dalam pembuatan Jembatan Goyo ini, tentu sangat disayangkan, mengingat ada anggaran Negara dari kantong masyarakat untuk pekerjaan ini, apalagi sebelumnya masyarakat di Dusun Goyo dan Desa Olot sudah sangat menantikan adanya pembuatan jembatan tersebut, bahkan beberapa saat yang lalu sempat  viral aksi membentangkan baliho dengan menawarkan ginjal salah satu mahasiswa setempat agar dapat membuat jembatan di daerah itu.

Bagaimana nantinya respon masyarakat jika terbukti ditemui jembatan yang menjadi sarana utama penghubung kampung mereka sebenarnya tidak layak pakai dan harus dibongkar.

Tentunya hal semacam ini harus secepat mungkin ditindaklanjuti oleh Aparat Penegak Hukum (APH), transparansi soal pekerjaan yang bersumber dari uang rakyat harus jelas, supaya masyarakat luas bisa menilai siapa yang salah dan siapa yang benar.

Diketahui, beberapa waktu lalu, Kepala Balai (Kabalai)  BPJN XV Hendro Satrio bersama PJ Bupati Bolmut  Sirajudin lasena terlihat kompak saat momen menggunting pita peresmian jembatan tersebut Goyo.

(Irv)

Related posts