Rutin Kampanye, PDI Perjuangan Bitung Bertujuan Beri Edukasi ke Masyarakat

Ketua DPC PDI Perjuangan Bitung, Maurits Mantiri, menyampaikan orasi politik saat kampanye di Kelurahan Winenet Dua.(ist)

Bitung, megamanado- PDI Perjuangan Bitung memanfaatkan betul tahapan kampanye Pemilu 2024. Tak sekedar mencari dukungan publik, tahapan ini dimanfaatkan untuk pendidikan politik bagi masyarakat luas.

Read More

 

Partai berlambang kepala banteng ini kembali menggelar kampanye tadi sore. Kampanye diadakan di Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga. Ini menjadi kampanye rapat umum terbatas terakhir yang digelar partai tersebut.

 

Seperti yang sudah-sudah, kampanye di Winenet Dua dikhususkan bagi caleg DPRD Bitung Dapil IV (Aertembaga-Pulau Lembeh,red), plus caleg DPRD Sulawesi Utara dan caleg DPR RI. Meski begitu, massa yang hadir cukup signifikan. Jumlahnya lebih dari 1.000 orang.

 

Ketua DPC PDI Perjuangan Bitung yang juga Walikota setempat, Maurits Mantiri, menekankan arti penting pelaksanaan kampanye. Tak sekedar gagah-gagahan dan unjuk kekuatan, tahapan itu juga jadi kesempatan mengedukasi masyarakat.

 

“Kami melaksanakan kampanye bukan sekedar mengumpulkan dukungan, tapi juga untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Itu alasan utama kami,” katanya saat menyampaikan orasi politik.

 

Maurits menyebut pelaksanaan kampanye menjadi ruang konstitusional yang disiapkan oleh KPU. Tahapan ini sengaja diadakan untuk memberi kesempatan bagi masyarakat mendapatkan pendidikan politik.

 

“Jadi bukan hanya untuk parpol saja, tapi juga untuk masyarakat. Lewat kampanye masyarakat bisa tahu apa yang menjadi program dan visi-misi calon pemimpin, yang kemudian jadi dasar bagi mereka untuk memilih,” tuturnya.

 

Edukasi politik sangat penting dewasa ini. Selain untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, hal itu juga untuk memerangi penyebaran hoax yang masif di musim pesta demokrasi. Disamping itu, edukasi politik juga perlu untuk mengukur kemampuan calon yang bertarung.

 

“Jadi kalau ada partai atau calon yang tidak berkampanye, jangan-jangan mereka memang tidak punya kemampuan untuk mengedukasi masyarakat. Yang seperti ini biasanya cuma mengandalkan hoax dan politik uang saja. Itu berarti masyarakat sengaja dibodohi dan suaranya dibeli,” tukas Maurits.

 

Maurits pun menegaskan di PDI Perjuangan tidak ada yang seperti itu. Semua calon yang dimajukan memiliki kapasitas karena sudah melalui pendidikan kader. Begitu pula dengan capres-cawapres yang diusung partainya, dijamin memiliki kemampuan yang mumpuni.

 

“Contohnya capres dan cawapres kita, Pak Ganjar (Pranowo) dan Pak Mahfud (Md), kapasitas mereka tak perlu diragukan karena punya rekam jejak yang jelas dan bersih. Khusus Pak Ganjar yang merupakan kader PDI Perjuangan, beliau sudah melalui seluruh jenjang pendidikan kader. Karena itu semua calon yang kami usung dijamin punya kemampuan dan layak dipilih,” tandasnya.

 

Sejauh ini, tahapan kampanye Pemilu 2024 di Bitung terbilang sepi. Tak banyak partai yang memanfaatkan tahapan itu untuk turun mengedukasi masyarakat. Tercatat hanya PDI Perjuangan yang rutin melaksanakan agenda tersebut.

 

Ada beberapa partai yang sejatinya sempat mengadakan kampanye. Namun demikian, kegiatan itu tidak dilaksanakan secara kolektif, melainkan hanya terbatas individu caleg tertentu. Alhasil, gaungnya pun agak kurang di masyarakat.(bds)

Related posts