Pelatihan Bahasa Inggris Pelaku UMKM saat PKM, Universitas Dian Nusantara Siap Sukseskan Ekspor Sulut ke LN

Foto bersama usai kegiatan PKM (foto: dok Universitas Dian Nusantara)

Manado, emmctv-Direktorat Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat  (PKM), Jumat (19/1/2024).  Di kegiatan PKM ini, Universitas Dian Nusantara menuai apresiasi berbagai kalangan atas pelatihan Bahasa Inggris bagi kalangan Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM) di Sulawesi Utara (Sulut).

Kemampuan berbahasa Inggris memang diperlukan dalam mengembangkan kompetensi bisnis dan kewirausahaan pelaku UMKM. Dengan begitu mereka bisa memperluas pasar dan meningkatkan ekspor ke luar negeri (LN).

Read More

“Pelatihan dan peningkatan kompetensi bisnis serta kecakapan dalam berbahasa Inggris tak banyak disentuh saat kegiatan PKM. Makanya apa yang dilakukan Universitas Dian Nusantara layak diapresiasi,” kata pengamat ekonomi Sulut, Jack Sumerar.

Suasana pelatihan (Foto: dok Universitas Dian Nusantara)

Pengamatan Jack, pelaku UMKM memang sering terkendala bahasa Inggris dalam melakukan ekspor ke negara tujuan. “Komunikasi dua arah penting dalam menyukseskan kegiatan ekspor dan impor,” ujar Jack.

Soal pelatihan atau pembelajaran bahasa Inggris untuk kalangan UMKM tersebut, Direktur Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara, Eriklex Donald, SE, MM membeber alasannya.

“Permasalahan yang dihadapi mitra sesuai hasil analisis situasi dari dua staf pengajar Universitas Dian Nusantara, Lutfi Alhazami dan Irma adalah kurangnya kemampuan berbahasa Inggris.  Korespondensi juga terkendala karena bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Ada asumsi bahwa bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang sulit,” kata Direktur Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara, Eriklex Donald, SE, MM.

Pria yang kerap berkeliling Indonesia pelatih pelaku UMKM ini menyebut beberapa materi dasar bisnis yang sulit dipahami dari pretest yang dilakukan. “Materi dasar itu antara lain membaca, kurangnya pemahaman topik, pokok pikiran, dan menjawab pertanyaan WH serta kurangnya fokus pengusaha dalam mengikuti proses pembelajaran,” ucap Eriklex.

Karena itu, di kegiatan PKM dilakukan pengajaran menggunakan menggunakan pendekatan komunikasi motivasi persuasif. Ada tes awal, topik pengajaran, gagasan pokok, dan Soal WH dengan pengayaan materi.

Setelah proses treatment dilakukan tes evaluasi (post test) yang menunjukkan bahwa para wirausaha mulai termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, fokus dan mandiri dengan hasil tes rata-rata baik.

“Kontribusi dan manfaat yang diperoleh khalayak sasaran adalah motivasi belajar reading, fokus dan kemandirian belajar bahasa Inggris hingga menunjang korespondensi untuk ekspor,” ujar Eriklex.

Tim pengajar Universitas Dian Nusantara yakin korespondensi ekspor yang baik akan memperlancar komunikasi dengan importir di negara tujuan ekspor yang menggunakan bahasa Inggris. Dengan ekspor bisa terlaksana, kesejahteraan rakyat meningkat dan PDRB Sulut serta PDB Indonesia bisa mengalami peningkatan juga.

Adapun pengusaha atau pelaku UMKM yang ikut dalam kegiatan tersebut merupakan binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tomohon. Sementara mitra PKM adalah Disperindag Manado, Disperindag Tomohon, Disperindag Bitung, Asosiasi Pengusaha Kreatif Inovatif dan Pusat Ekspor Impor Universitas Dian Nusantara.

Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM diketahui merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dua pilar lainnya adalah pendidikan atau pengajaran dan penelitian. (*/ben)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *