Sorot Paslon Lain, Aldo Sebut Program Ganjar-Mahfud Lebih Masuk Akal

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bitung, Aldo Nova Ratungalo, tampil sebagai salah saru orator dalam kampanye yang digelar partainya. Aldo pada kesempatan itu turut mengkampanyekan pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Bitung, megamanado- Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud Md, dianggap paling layak dipilih oleh masyarakat. Tawaran program yang lebih realistis jadi alasannya.

Read More

 

“Ganjar-Mahfud paling layak dipilih karena programnya paling masuk akal,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bitung, Aldo Nova Ratungalo.

 

Aldo mengemukakan hal itu saat berorasi dalam kampanye PDI Perjuangan terkait Pemilu 2024. Kampanye digelar Sabtu sore di Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir.

 

Aldo bukan tanpa dasar menyampaikan hal di atas. Ketua DPRD Bitung ini mengutip program yang ditawarkan Ganjar-Mahfud, lalu membandingkannya dengan program pasangan capres-cawapres lain.

 

“Ganjar-Mahfud punya 21 program yang membutuhkan anggaran Rp 500 triliun per tahun. Sementara, ada salah satu paslon yang menawarkan satu program, tapi anggarannya Rp 450 triliun per tahun. Coba nilai, lebih masuk yang mana,” ucapnya.

 

Aldo menyebut program yang diajukan Ganjar-Mahfud lebih masuk akal karena ada efisiensi anggaran. Meskipun bakal menyedot anggaran yang besar dalam pelaksanaannya, namun banyak program yang bisa diwujudkan untuk kepentingan masyarakat.

 

“Sedangkan yang lain cuma satu program saja tapi anggarannya sangat besar. Lalu bagaimana dengan program-program yang lain? Apakah bisa dijalankan kalau anggarannya sudah dipakai untuk satu program? Silahkan bapak-ibu nilai sendiri,” tukasnya.

 

Aldo memastikan Ganjar-Mahfud tak hanya unggul dalam efisiensi anggaran menyangkut pembiayaan program. Lebih dari itu, kualitas program yang ditawarkan juga terpenuhi karena menyesuaikan dengan kebutuhan rakyat.

 

“Coba dipelajari semua 21 program yang ditawarkan. Ada yang namanya KTP Sakti untuk mempermudah masyarakat menikmati layanan pemerintah di berbagai bidang, kemudian Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes, lalu Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana, dan ada juga Internet Cepat dan Gratis untuk semua masyarakat. Coba lihat, ini semua kan dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi program yang ditawarkan tidak muluk-muluk, melainkan sesuai kepentingan masyarakat,” tuturnya.

 

Jika mencermati kampanye yang dilakukan tiga pasangan Capres-Cawapres, pasangan yang disorot Aldo adalah pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pasalnya, pasangan ini punya satu program yang menyedot anggaran Rp 450 triliun per tahun, yakni program Makan Siang Gratis dan Susu Gratis.

 

Tak hanya Aldo, oleh banyak kalangan program tersebut memang dianggap sulit terealisasi. Kebutuhan anggaran yang besar ditambah isu hutang luar negeri yang terus meningkat jadi penyebab. Kalau pun bisa dilaksanakan, program itu diperkirakan akan sangat membebani APBN.(bds)

Related posts