Natal Adalah Momen yang Dinanti Umat Kristiani 

MANADO,megamanado – Pada Pelaksanaan Ibadah Natal SDN 126 Manado, Kepala Sekolah Femmy Dien MPd, mengatakan, Natal, menjadi momen yang paling dinanti oleh umat Kristiani. Di hari tersebut, Sang Juru Selamat, Yesus Kristus, lahir ke dunia untuk menebus dosa manusia.

Bersamaan dengan itu, di hari Natal, umat Kristiani akan berbondong-bondong menghadiri serangkaian ibadah Natal penuh sukacita.

“Mengapa natal merupakan sukacita besar? Sebab manusia yang sedang terbelenggu oleh dosa akan diselamatkan oleh seorang Juru Selamat yang baru lahir, Yesus Kristus, serta memberikan kita hidup yang kekal,” terangnya.

Itulah sebabnya para bala tentara surga bersukacita dengan nyanyian/puji-pujian saat peristiwa natal.

“Kita patut bersukacita di hari Natal, dengan memuji-muji Tuhan yang berkenan datang ke dunia dan berdiam di antara manusia serta menyelamatkan kita dari dosa,” ucapnya.

Selain itu, Natal dan tahun, orang-orang biasanya akan memanfaatkannya untuk berkumpul bersama keluarga, dan yang lainnya untuk liburan. Satu di antara hal yang biasanya disiapkan ialah ucapan selamat Natal dan tahun baru.

Tetapi ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Sebab Natal bukan hanya tentang lampu berwarna-warni, pohon Natal yang bersinar, atau hadiah-hadiah yang menawan.

“Natal adalah saat kita merayakan kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat. Sebuah momen yang mengingatkan kita akan kasih Allah yang dinyatakan dalam bentuk seorang bayi di palungan,” imbuhnya.

Dalam Alkitab, dituliskan bahwa, “Jangan takut, sebab aku memberitakan kabar baik yang akan menjadi kesukaan bagi semua orang: Hari ini, bagimu, di kota Daud, telah lahir Juru selamat, yaitu Kristus, Tuhan.”

Ini adalah kabar baik yang tak terduga. Tuhan yang maha besar, dengan segala kemuliaan-Nya, memilih menjadi manusia, menjadi satu di antara kita.

Allah menunjukkan kasih-Nya yang tak terbatas dengan datang ke dunia ini, bukan sebagai raja yang megah, tetapi sebagai bayi yang lemah.

Kita belajar dari kelahiran Kristus bahwa kasih itu bersifat aktif. Kasih itu datang untuk memeluk, untuk memberikan, dan untuk mendamaikan. Itulah makna sejati Natal.

“Selamat Natal dan tahun baru untukmu! Semoga Tuhan berbelas kasih kepada kita dan menghujani kita dengan berkat-Nya di tahun yang akan datang juga,” ucapnya. (cie)

Related posts