Salam Lima Jari Jadi Tren, Warga Mintom Semangat Dukung Syerly Adelyn Sompotan

Syerly Adelyn Sompotan atau SAS bersama tim dengan salam lima jari (Foto: SAS MC)

Tomohon, megamanado-Salam lima jari tiba-tiba jadi tren baru di dua wilayah, Minahasa dan Tomohon (Mintom).  Salam ini diperkenalkan tim dan pendukung  calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi (Deprov) Sulut Nomor Urut 5 Partai Golkar dari Dapil Mintom, Syerly Adelyn Sompotan (SAS). Setiap bertemu mereka mengawali dan mengakhiri sapaan dengan salam lima jari.

“Ibu Syerly nomor urut 5. Jadi kami mengumandangkan salam lima jari untuk memudahkan tim dan warga Mintom mengingat nomor urut ibu Syerly di pemilihan legislatif 2024.  Kita bersama warga Mintom mendukung calon terbaik, sosok yang peduli untuk kemajuan Minahasa dan Tomohon,” kata Julian, warga Kakaskasen, Tomohon saat ditemui Senin (4/12/2023).

Read More

Walau baru beberapa hari masa kampanye, salam lima jari sudah menggema pada sejumlah desa dan kelurahan di wilayah Mintom. Tua-muda, perempuan dan laki, semua profesi kini saling menyapa dengan salam lima jari. Ribuan warga antusias menopang langkah politisi cantik ini menuju Deprov Sulut.

“Salam lima jari itu menandakan kebersamaan. Kita memang harus bergandengan tangan dalam pembangunan di Minahasa dan Tomohon. Kita bersepakat memilih calon terbaik untuk Deprov Sulut. Siapa? Ya Ibu Syerly Adelyn Sompotan atau SAS. Jangan salah pilih nanti karena akan merugikan Minahasa dan Tomohon,” ujar Ges Fransisca, warga Langowan.

Para pendukung mantan Wakil Wali Kota Tomohon ini terlihat bersemangat. “Kami antusias, kami semangat karena tahu Ibu Syerly maju Deprov Sulut. Kami yakin dia bisa mengemban amanah dengan baik nanti sebagai wakil Mintom di Deprov Sulut,” ucap Stenly, warga Tondano.

SAS sendiri menghaturkan terima kasih atas dukungan nyata ribuan pendukungnya.  “Saya bawa dalam doa. Saya ingin berbuat selagi bisa,” katanya.

Secara khusus SAS berpendapat salam lima jari yang diperkenalkan tim dan pendukungnya memiliki makna yang dalam. Bahwa semua elemen harus saling bahu-membahu (mapalus) untuk kemajuan bersama.

“Konsep ini pun bisa dimaknai sebagai upaya saling menolong, manusia hidup untuk saling memanusiakan. Ya, kalau ditarik ini sejalan dengan falsafah Dr Sam Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou, atau manusia hidup untuk saling memanusiakan,” ujar SAS. (*/ges)

 

Related posts