Hajar WNA hingga Terjungkal, Sekuriti Lumba-Lumba Resort Terancam Jadi Penghuni Hotel Prodeo

Agus S, pelaku kekerasan terhadap WNA Belanda (Foto: ist)

Manado,  megamanado-Sekuriti Lumba-Lumba Resort, AS alias Agus terancam masuk bui. Ia terlapor melakukan kekerasan fisik terhadap  Pim Van Schendel (45), warna negara asing (WNA) asal Belanda. Aksi ‘brutal’ Agus nyaris mengakhiri hidup salah satu pemegang saham di resort yang berada di Jalur Trans Sulawesi, Tateli itu.

“Saya anggap ini sebagai percobaan pembunuhan terhadap PIm. Kami sudah laporkan kasus ini ke aparat yang berwenang,” ujar Doan Tagah, pengacara Pim saat ditemui di Manado, Selasa (28/11/2023).

Read More

Bagaimana kisahnya sampai Agus melakukan tindakan kurang terpuji tersebut?  Pim kemudian menceritakan kronologinya.

Surat laporan polisi (Foto: ist)

Pria yang sudah menikah dengan wanita asal Minahasa dan sudah dikarunia anak ini mengaku kejadian terjadi 4 November 2023. “Usai memarkir mobil, saya dan istri berbalik arah lalu menemukan batu. Saya menunduk setengah jongkok untuk mengangkat batu karena menghalangi mobil,”  Pim  berkisah.

Dalam keadaan jongkong, pria jangkung ini tiba-tiba diserang Agus dari belakang. Pim ditendang di bagian belakang, punggung hingga memar.

Pria kelahiran Weert itu babak belur di aspal. Karena hilang keseimbangan ia terjatuh persis di jalur lintas mobil TransS ulawesi. Tubuh Pim hamper saja digilas mobil. Pim mengalami luka serius di bagian siku, tangan dan di bawah punggung. Bukti kekeras itu juga tampak pada hasil rontgen yang dipegang Pim.

“Saya percaya aparat akan cepat menangani kasus ini. Saya dan istri tak akan membalas,” ujar pria yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Sebelum kekerasan fisik yang dialaminya, Pim sudah melihat ada upaya terencana dan tersistematis untuk menyingkirkan dirinya dari perusahaan pariwisata yang dibangun bersama di masa sulit tahun 2021 silam.

Pim adalah representasi pemodal asal Belanda yang menanamkan sahan 30,7 persen atau modal Rp2,4 miliar di Lumba-Lumba Resort. Dia pun memegang jabatan direktur di perusahaan itu sejak 2021. Semuanya diikat dalam akta perjanjian perusahaan.

Dalam perjalanan waktu, keanehan itu muncul. Pasca pandemic covid-19, salah satu pemegang saham yang merupakan pasangan suami istri mulai bertingkan aneh dan mengada-ada. Menurut Pim ada indikasi pasca pemegang saham lain untuk menyingkirkan dirinya dari perusahaan tersebut.

Pemegang saham lain disinyalir mulai mempersulit akses Pim. Komputer yang dikelola Pim untuk promosi dan pengelolaan database keuangan sudah dipasang pasword. Kemudian Pim dilarang berkantor lagi. Akses jalan masuk di kediamannya ditutup. Mobil Pim dibiarkan di pinggir jalan. Begitupun aliran listrik di tempat tinggalnya diputus.

Hingga kemudian terjadi penganiayaan terhadap dirinya. Pim dengan menggandeng Doan Tagah SH sebagai kuasa hukumnya melapor insiden tersebut ke Polda Sulut.

“Semula berjalan normal. Saya bekerja seperti biasa. Mempromosikan pariwisata melalui Lumba-lumba Resort. Tapi tiba-tiba semua akses ditutup. Saya dilarang mengetahui semua transaksi perusahaan. Padahal saya pemegang saham. Sebelum Covid saya cari dana di Belanda Rp2,4 miliar. Entah kenapa setelah covid ada upaya menyingkirkan saya,” ucapnya.

Doan Tagah selaku kuasa hukum berjanji untuk membawa kasus ini sampai ke pengadilan.  “Tim hukum kami akan kawal kasus ini sampai tuntas di pengadilan. Melihat rentetan insiden yang dialami klien kami, kami yakin ada percobaan pembunuhan terhadap Pim,” kata Doan. (*/ges)

 

 

Related posts