Neraca Perdagangan Surplus 41 Bulan Berturut-turut, Wamendag Jerry Sambuaga Pacu Kreatifitas UMKM

Wamendag Jerry Sambuaga menjadi pembicara dan membawakan sambutan pada saat peresmian produk Wedeals di Bogor (Foto: dok Kemendag)

Jakarta, megamanado– Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga terus memacu kreatifitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia juga mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus berinovasi dengan menerapkan strategi omnichannel. Jerry menyampaikan ajakan itu saat menjadi pembicara pada gelar wicara mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di era digital dan peresmian produk Wedeals di Gedung Puri Begawan, Bogor, Rabu (1/11/2023).

“Para pelaku UMKM, ayo terus terus berinovasi dengan menerapkan strategi omnichannel. Strategi ini memadukan penjualan luring dan daring,” ujar Jerry.

Read More
Wamendag Jerry Sambuaga dalam sesi jumpa pers (Foto: dok Kemendag)

Pejabat milenial yang sukses membawa neraca perdagangan Indonesia surplus selama 41 bulan berturut-turut ini merasa perlu mengutarakan itu untuk mendorong terciptanya ekosistem perdagangan digital. “Kita juga ingin mewujudkan iklim usaha yang nyaman bagi perdagangan digital Indonesia,” ujar Ketua DPP Golkar dan Ketua Umum DPP AMPI ini.

Alumnus S1 dan S2 dari perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat dan doktor termuda ilmu politik dari Universitas Indonesia ini menilai kegiatan perdagangan digital sering dianggap sebagai penyebab lesunya perdagangan luring. Hal tersebut merupakan paradigma yang keliru.

“Padahal kegiatan perdagangan digital dapat memberikan peluang bagi pedagang untuk memperluas jangkauan pemasarannya. Saya berharap pelaku UMKM memanfaatkan seluruh saluran perdagangan yang tersedia untuk meraih pasar yang lebih luas,” kata bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI Partai Golkar dari Dapil Sulut ini.

Jerry kemudian membeber data potensi dan kontribusi perdagangan digital bagi perekonomian Indonesia. “Nilai transaksi niaga elektronik mencapai Rp476,3 triliun sepanjang 2022. Tahun ini, transaksi niaga eletronik diperkirakan mencapai Rp533 triliun,” ujarnya.

Data lain dari e-Conomy SEA Report menunjukkan ekonomi digital Indonesia pada 2022 mencapai USD 77 miliar. Angka tersebut diproyeksikan mencapai USD 130 miliar pada 2023.

Salah satu dewan pakar di DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) dan DPP GPPMP ini menilai UMKM ikut andil besar dalam perkembangan niaga elektronik tersebut. “UMKM yang sudah onboarding di perdagangan digital sebesar 21 juta dari 30 juta UMKM yang ditargetkan oleh pemerintah,” ucapnya.

UMKM juga menurut Jerry memberikan kontribusi 97 persen terhadap penyerapan tenaga kerja dan 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Maka itu Kemendag terus mendorong kolaborasi dalam membangun ekosistem niaga elektronik melalui lokapasar, ritel modern, dan lembaga pembiayaan.  “Kemendag juga mengembangkan beberapa program digitalisasi,” katanya.

Program itu menyangkut pendampingan bagi UMKM onboarding di platform digital melalui kegiatan pelatihan. Berikutnya soal digitalisasi pasar rakyat UMKM dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sarana pembayaran.

“Program lainny adalah sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok (SP2KP) pada 567 pasar rakyat pantauan yang tersebar di 441 kabupaten/kota. Jumlah tersebut akan bertambah menjadi 610 pasar rakyat pantauan di 514 kabupaten/kota pada 2023,” Jerry memaparkan.

Seanjutnya ada program penataan dan penguatan regulasi terkait niaga elektronik melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik. “Kita upayakan yang terbaik,” sebutnya.

Diketahui, pertumbunan ekonomi Indonesia sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 5,17 persen pada triwulan II-2023. Angka tersebut meningkat dibandingkan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04 persen. Sementara, inflasi Indonesia pada September sebesar 2,28 persen (YoY). Angka inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan pada Agustus sebesar 3,27 persen (YoY).

Selain itu, neraca perdagangan Indonesia per September sebesar USD 3,42 miliar. Hal tersebut menjadikan neraca perdagangan Indonesia surplus selama 41 bulan berturut-turut. “Data ini menunjukkan kinerja Mendag Zulkifli Hasan dan Wamendag Jerry Sambuaga serta Tim Kemendag sangat baik,” kata manta Ketua DPD Kadin Sulut, Christian Pua. (*/nji)

Related posts