Membanggakan, Bupati Joune Ganda Buka Secara Resmi Indonesia Internasional Waste Treatment Technology

Minut, megamanado-Luar biasa membanggakan Putra Sulawesi Utara terutama Putra Tonsea Joune Ganda yang juga Bupati Minahasa Utara membuka secara resmi kegiatan Indonesia Internasional Waste Treatment Technology.

Bupati Joune Ganda dipercayakan mewakili Apkasi membuka dan membawakan sambutan tersebut.

Bupati Joune Ganda saat membawakan sambutan mengatakan, berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sepanjang tahun 2022 Indonesia menghasilkan timbunan sampah sebanyak 35,93 juta ton. Jumlah tersebut naik 22,04% secara tahunan dari tahun 2021 dengan jumlah 29,44 juta ton.

Dari jumlah timbulan sampah tersebut, 62,49% diantaranya telah terkelola. Sisanya, sebanyak
37,51% sampah yang belum terkelola sepanjang tahun lalu. Bagi negara-negara maju, sampah sudah menjadi bagian penting dari sebuah industri pengelolaan dan pemanfaatan kembali. Namun sayangnya,tidak demikian dengan negara-negara berkembang, di mana masih mengalami kesulitan dalam penanganan permasalahan sampah.

Anggaran pengelolaan sampah di tiap negara,menurut Bank Dunia, bisa mencapai 20-50 persen dari total biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan.

Anggaran yang cukup besar tersebut ternyata
sebagian besar untuk pelatihan SDM dan
pengembangan teknologi pengelolaan sampah.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Dengan
jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia tentu akan berpengaruh pada jumlah sampah yang dihasilkan, mengingat semakin tinggi jumlah penduduk, semakin banyak jumlah sampah yang dihasilkan.

“Di sebagai besar di wilayah Indonesia, system pengelolaan sampah yang lazim dilakukan adalah sampah rumah tangga dan sumber lain diangkut ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Namun, kenyataannya TPA hanya menjadi
Tempat Pembuangan Akhir,”kata Joune Ganda saat sambutan.

Jika hal tersebut tidak ada tindakan yang masif dan terstruktur, baik dari sisi anggaran maupun teknologi, maka akan terus terjadi bencana kebakaran di TPA sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa tempat.

Hadirin Sekalian,Apkasi, sebagai organisasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia tentu memiliki kewajiban moral dalam memfasilitasi pengelolaan sampah yang baik di daerah,mengingat, pengelolaan sampah merupakan urusan pemerintah daerah berdasarkan UndangUndang Pemerintahan Daerah.

“Apkasi bersama Kadin Indonesia bidang
Pengembangan Otonomi Daerah, sejak awal tahun ini telah mempersiapkan even Indonesia International Waste Treatment Technology; Expo
and Forum sebagai bentuk komitmen kami untuk berkontribusi dalam penyusunan road map Pengelolaan Sampah Nasional,”ujar Bupati.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, pemerintah daerah dapat menyusun kembali roadmap pengelolaan sampah dan berkomitmen untuk mengelola sampah melalui inovasi teknologiyang sudah berkembang,”tambahnya.

Saat ini, telah banyak teknologi pengelolaan sampah yang dapat menjadi solusi bagaimana sampah diolah
menjadi bahan baku yang produktif. Sehingga pada akhirnya, penerapan sistem circular economy dan dukungan teknologi pengelolaan sampah, pemerintah daerah akan mampu menciptakan peluang usaha yang berkesinambungan bagi masyarakat.

Related posts