Miris, Dua Boss Pengusaha Tambang Kebal Hukum Tiga Operator Jadi Tumbal

SANGIHE, megamanado com- Perkara kasus tiga operator alat berat excavator, Jofri (33), Michelle (48) dan Arter (31) yang ditangkap di lokasi penambang illegal yang sedang berguling di Polres Kepulauan Sangihe yang ditahan sudah memasuki dua bulan, sehingga menjadi topik hangat di daerah tersebut.

Hal ini dikarenakan, Ko Lukas dan Ko Winlly notabene pengelola tambang illegal diduga tidak ikut ditahan oleh pihak Polres Kepulauan Sangihe.

Saat dikonfirmasi kepada Iptu Fadly, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sangihe mengatakan, ketiga yang jadi tersangka secepatnya diproses sampai P21.

“Kami usahakan proses ketiga tersangka secepatnya P21,” kata Fadly, Selasa (17/10/2023), diruangnya.

Kasus ini, lanjut Fadly, tidak akan sampai disini, akan dikembangkan hingga ada tersangka baru.

“Karena kasus ini masih panjang, masih banyak yang harus diungkap dan diproses hukum,” kata Fadly.

Diketahui, ketiga tersangka sampai saat ini belum P21 atau kode naskah formulir untuk pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap dan masih ditahan di Polres Kepulauan Sangihe.

Sedangkan Ko Lukas dan Ko Wingly selaku pengelola lokasi tambang illegal diduga sampai saat ini tidak dilakukan penahanan oleh pihak penegak hukum yaitu Polres Kepulauan Sangihe. (e’Q)

Related posts