Jakarta, megamanado- PDI Perjuangan menggelar puncak peringatan Bulan Bung Karno pada Sabtu (24/6/2023). Maurits Mantiri dan Hengky Honandar selaku Ketua dan Wakil Ketua DPC Bitung menghadiri hajatan tersebut.
Puncak peringatan Bulan Bung Karno dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), DKI Jakarta. Kegiatan itu dihadiri puluhan ribu kader PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia. Maurits dan Hengky diundang hadir sebagai salah satu kader partai yang menjabat kepala dan wakil kepala daerah.
Sebagaimana penyampaian Puan Maharani selaku Ketua DPP PDI Perjuangan dalam pidatonya di acara tersebut, peringatan Bulan Bung Karno diadakan untuk mengenang bulan kelahiran Sang Proklamator. Presiden Pertama RI itu diketahui lahir pada tanggal 6 Juni 1901 silam.
Selain itu, ada juga dua peristiwa lain yang terjadi di Bulan Juni yang berkaitan dengan Bung Karno. Yang pertama ialah kelahiran Pancasila pada 1 Juni 1945, dan kedua wafatnya Bung Karno pada 21 Juni 1970. Khusus Pancasila, ideologi negara itu lahir dari buah pemikiran Bung Karno sebelum Indonesia merdeka.
Maurits Mantiri dalam keterangannya menjelaskan pentingnya peringatan Bulan Bung Karno bagi PDI Perjuangan dan masyarakat luas. Menurut dia, peringatan dimaksud utamanya untuk memperkuat pemahaman sejarah bagi seluruh anak bangsa.
“Sesuai semboyan yang disampaikan Bung Karno, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah atau Jasmerah. Sebab sejarah itu penting karena akan menjadi penuntun kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya.
Peringatan Bulan Bung Karno tak hanya sekedar membahas sejarah masa lampau. Peringatan dimaksud lanjut Maurits, juga bertujuan memberikan pendidikan bagi semua pihak terkait pembangunan bangsa dan negara.
Kemeriahan puncak peringatan Bulan Bung Karno di SUGBK.(ist)
“Bagaimana mengenang pemikiran-pemikiran Bung Karno untuk kepentingan bangsa dan negara. Dan nyatanya, sampai saat ini buah pemikiran Bung Karno masih relevan untuk dijalankan. Contohnya Pancasila sebagai dasar negara. Situasi saat ini mengharuskan kita untuk terus membumikan Pancasila karena berbagai alasan. Diantaranya adalah memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, dan menjalankan pembangunan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nah, ini juga yang sedang kita jalankan di pemerintahan, baik itu di level pusat hingga daerah,” paparnya.
Peringatan Bulan Bung Karno dihadiri para tokoh nasional. Mereka diantaranya Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum partai tersebut, Megawati Soekarno Putri, Presiden Joko Widodo yang juga kader PDI Perjuangan, dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.
Sejumlah Ketua Umum partai lain juga ikut hadir di acara tersebut. Antara lain Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai Golkar, Muhammad Mardiono selaku Ketua Umum PPP, Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum PAN, Oesman Sapta Odang selaku Ketua Umum Hanura, dan Hary Tanoesoedibjo selaku Ketua Umum Partai Perindo.
Gubernur Jawa Tengah yang juga bakal calon Presiden dari PDI Perjuangan dan partai koalisinya, Ganjar Pranowo, juga ikut hadir. Ganjar bahkan didapuk membacakan Dedication of Life Bung Karno. Sontak saja, kehadiran yang bersangkutan mengundang antusiasme semua yang hadir.(bds)
Ketua dan Wakil DPC PDI Perjuangan Bitung, Maurits Mantiri dan Hengky Honandar, menghadiri puncak peringatan Bulan Bung Karno di SUGBK, Jakarta. Selain pengurus partai, keduanya juga diundang dalam kapasitas kader yang mengemban tugas sebagai kepala dan wakil kepala daerah.(ist)