Bersih-bersih Sungai Girian, 1.595 Kg Sampah Berhasil Diangkat

Kegiatan bersih-bersih sampah di Sungai Girian yang digagas Komunitas Sekolah Sungai Bitung.(ist)

 

Bitung, megamanado- Kegiatan bersih-bersih sampah di Sungai Girian kembali digelar. Kegiatan tersebut dilaksanakan Sabtu (13/5/2023) pagi.

 

Mengambil tajuk ‘Aksi Malendong Kuala’, kegiatan bersih-bersih itu diprakarsai oleh Komunitas Sekolah Sungai Bitung. Dan dalam pelaksanaannya kegiatan dimaksud didukung penuh oleh Pemkot Bitung via Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Pemerintah Kelurahan Manembo-nembo.

 

Kegiatan bersih-bersih ini diikuti sejumlah pihak. Diantaranya personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah, personil Dinas Lingkungan Hidup, personil TP3 Sepakat, dan personil Satgas Covid-19. Tak ketinggalan pula perwakilan mahasiswa KKN Unima Tondano, serta pelajar SD GMIM 23 Girian dan SMP Kristen Bukit Kasih Girian Permai.

 

“Kegiatan ini sangat positif dan patut didukung. Selain untuk menjaga kebersihan, ini juga dalam rangka melestarikan sungai sebagai salah satu sumber kehidupan,” ujar Valent Tangkudung selaku Lurah Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, saat membuka kegiatan bersih-bersih tersebut.

 

Valent pun berharap kegiatan itu dapat terus dilaksanakan di kemudian hari. Kalau perlu kata dia, lebih banyak pihak yang ambil bagian agar kegiatan dimaksud memberi dampak lebih masif.

 

 

“Sebab semakin banyak yang ikut semakin baik. Itu sekaligus sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar memperhatikan kebersihan sungai,” tukasnya.

 

Kegiatan bersih-bersih Sungai Girian ini difokuskan di daerah aliran antara Kelurahan Manembo-nembo dan Girian Atas. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, sampah yang berhasil diangkat pun cukup signifikan.

 

“Hasil penimbangan kita total ada 1.595 kg sampah yang berhasil diangkat. Dari jumlah itu sebagian besar diantaranya adalah sampah plastik,” tukas Billy Ladi selaku Kepala Sekolah Sungai Bitung.

 

Billy mengakui sampah plastik memang jadi target utama dalam kegiatan tersebut. Pasalnya, sampah jenis ini tidak bisa didaur ulang oleh alam. Sampah itu mayoritas diproduksi oleh rumah tangga yang berdiam di sekitar bantaran Sungai Girian.

 

“Ada juga sampah jenis lain dan material sedimentasi. Tapi memang yang fokus kita adalah sampah plastik,” katanya.

 

Seluruh material sampah yang diangkat selanjutnya dibawa oleh petugas kebersihan. Sampah-sampah itu kemudian dibuang di TPA Sampah Aertembaga setelah terlebih dahulu dilakukan pemilahan.(bds)

Related posts