Berlangsung Dua Pekan, Polres Bitung Mulai Gulirkan Operasi Keselamatan Samrat

Kapolres Bitung AKBP Alam Kusuma Irawan menyematkan pita kepada petugas yang akan menjalankan Operasi Keselamatan Samrat 2023.(ist)

Bitung, megamanado- Polres Bitung kembali melaksanakan Operasi Keselamatan Samrat dalam rangka menegakkan ketertiban berlalu lintas. Operasi itu mulai bergulir hari ini dan akan berakhir pada 21 Februari mendatang.

Read More

 

Pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat 2023 ditandai dengan kegiatan apel gelar pasukan. Apel tersebut berlangsung tadi pagi di Lapangan Upacara Markas Polres Bitung di Girian Weru Dua, Kecamatan Girian. Kapolres AKBP Alam Kusuma Irawan bertindak sebagai pemimpin apel.

 

Mengutip sambutan Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Setyo Budiyanto, Kapolres menyampaikan hal-hal penting terkait operasi dimaksud. Ia terutama mengingatkan soal tujuan operasi tersebut.

 

“Tujuan Operasi Keselamatan Samrat adalah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Ini juga sekaligus untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas,” tukasnya.

 

Kapolres pun membeber poin-poin yang jadi sasaran operasi. Poin-poin itu adalah pelanggaran kelengkapan dokumen dan fisik kendaraan, pengemudi di bawah umur, tata cara pemuatan angkutan, hingga mengemudi dalam pengaruh alkohol.

 

“Juga mengemudi sambil menggunakan ponsel, balapan liar, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm dan safety belt, serta melawan arus lalu lintas. Intinya semua yang melanggar aturan lalu lintas jadi sasaran penindakan kita,” tandasnya.

 

Meski begitu lanjut Kapolres, dalam menjalankan operasi petugas harus mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif. Penindakan terhadap pelanggaran wajib bersifat preemtif, preventif serta persuasif. Hal itu kata dia, sesuai instruksi dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

 

Terpisah, Kasat Lantas Polres Bitung AKP Awaludin Puhi menyampaikan imbauan terkait pelaksanaan operasi tersebut. Ia meminta masyarakat bersikap kooperatif terhadap kegiatan itu.

 

“Artinya, bagi masyarakat yang akan berkendara harus mengecek dulu kesiapan sebelum melakukan perjalanan. Cek dulu perlengkapannya, dokumennya, termasuk juga kondisi kendaraan. Semua harus lengkap dan layak agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman dan juga tanpa hambatan,” pintanya.

 

Pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat turut melibatkan unsur di luar kepolisian. Selain dari TNI, ada juga dari pemerintahan semisal petugas Dinas Perhubungan dan Satpol-PP. Mereka akan berkolaborasi selama dua pekan kedepan demi menyukseskan operasi tersebut.(bds)

Related posts