Frits Salangka Purna Tugas Dengan Manis Setelah Sukses Mengantar Kecamatan Mapanget Berkibar di Kota Manado

MANADO,megamanado – Tinggal menghitung hari, pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Manado, Frits Salangka MPd akan memasuki masa purna tugas.

39 Tahun dan 11 Bulan, masa dirinya mengabdi kepada Negara, dan itu sudah tidak bisa diragukan lagi. Tercatat dari masa tersebut 9 tahun dijalani sebagai guru, 9 tahun sebagai Kepala Sekolah dan 20 tahun sebagai Pengawas Sekolah.

Selama pengabdian, banyak tinta emas sudah digoreskan Frits Salangka di dunia pendidikan. Dari menciptakan siswa berprestasi hingga melahirkan pemimpin brilian. Semua sudah dilakukanya kini dia tinggal menunggu untuk menikmati masa purna tugas.

Tetapi dimasa penghujung pengabdian, ada satu tugas yang sukses dilakukannya sebagai pengawas dan akan selalu diingat oleh guru dan Kepala Sekolah, yakni mengantar Seluruh TK-PAUD- SD, se-kecamatan Mapanget meraih prestasi. Itu dibuktikan dengan hampir menggondol seluruh piala pada pelaksanaan Lomba Peringatan Hari Guru Nasional. Serta sukses menyelaraskan program seluruh sekolah, salah satunya penggunaan rangkaian bel di setiap sekolah yang mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Drs Isonie Watung MSi, mantan pengawas sekolah, sahabat beliau menyebut. “Salangka orangnya ambisius selalu menerobos masalah yang penting untuk kepentingan guru dan Kepala Sekolah.”

Tetapi pria tegas dan supel ini akan segera purna tugas. Gayanya yang penuh semangat akan selalu dikenang guru-guru dan Kepala Sekolah begitu juga siswa yang pernah dibina.

Dimata para kuli tinta Salangka orangnya suka bergaul dan tidak pelit soal info dan ilmu, karena itu dia sangat dihormati. Sepak terjangnya sangat dikenal, dimana ada Salangka disitu ada kegirangan kegembiraan dan sorak sorai. “Pernah satu ketika kami menikmati Kepala Babi dan makan tinorangsak bersama di warung makan. Sungguh seru jika bergaul bersamanya.”

10 Februari adalah hari terakhir beliau sebagai ASN. Disaat itu adalah waktu terakhir melihat dia mengunakan seragam kebanggaan pegawai, bagi Kepala Sekolah dan guru pasti akan sangat merindukan gayanya begitu juga “Kami para kuli tinta”. (cie)

 

 

 

 

Related posts