Verdy Sambo, dan Sekolah yang Digenggam Lengan Yang Maha Kuasa

  • Whatsapp

MANADO,megamanado– Kasus Verdy Sambo, adalah tamparan keras rakyat kepada Institusi Polri. Tuntuan ratusan juta rakyat menuntut agar para individu nakal ditumpas oleh Kapolri. Revolusi-pemecatan terus digaungkan, bahkan rakyat dengan lantang menyuarakan kegelisahan karena institusi ini dikendalikan oleh orang-orang yang tidak berakhlak. Indonesia gempar, rakyat berteriak memohon keadilan seakan menuntut Tuhan agar turun dari tahtanya dan mengadili langsung para penjahat ini. Sekilas kegelisahan hati bangsa Indonesia, mari kita arahkan pandangan di Kota Tinutuan. tepatnya di Kairagi Weru, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado Kamis (22/09). Tampak bangunan gereja sederhana berdiri seakan memberi jawaban bahwa jika hati gelisah. Ketuklah pintu gereja dan berdoa. Inikah petunjuk jawaban itu?”Namun jauh menelusup kedalam saya membaca SMP Advent 5 Kairagi, Manado”

Sesaat akhirnya bertemu dengan seorang wanita. Dia akhirnya mulai berbicara pendidikan yang benar artinya menyiapkan anak didik supaya senang bekerja di dunia ini. Berangkat dari hal tersebut, para guru berpikir keras untuk menentukan pola pendidikan yang tepat. Pertama tidak membebani anak belajar, kedua memberikan solusi kepada anak. Setelah menyampaikan diperkenalkanlah dirinya.

“Saya Kepala Sekolah Nice Joys Palit SPd.” Iapun menyebut, kutipan Firman Tuhan yang berbunyi : Dalam Dialah “tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan” (Kolose 2:3). “Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian” (Ayub 12:13). Memberikan mereka inspirasi bahwa Alkitab harus dijadikan rujukan untuk menentukan arah pendidikan.

Landasan itu terbukti berhasil menjadi pondasi awal. Anak tidak tertekan, setiap hari ada pembinaan karakter, prestasi bukan menjadi yang utama. Hasilnya luar biasa orang tua senang dengan hasil didikan para guru.

“Anak-anak disini mencintai orang tua mereka, hidup disiplin dan tahu menghargai sesama, itulah salah satu hasil pendidikan kami,” beber Nice.

“Saya mulai berpikir mungkin pola pendidikan di Indonesia harus seperti ini agar orang seperti Verdy Sambo tidak lagi ada…”

Lanjutnya bercerita, untuk apa anak berprestasi tetapi pada akhirnya gagal karena akhlak bobrok, hasilnya sudah bisa ditebak. Mereka menjadi pemberontak, kriminal dan dianggap sampah oleh masyarakat karena sifat mereka. Inilah yang coba dihindari, karenanya Alkitab dijadikan referensi. Hal ini sejalan dengan merdeka belajar dan pendidikan karakter yang digaungkan pemerintah. Dengan menerapkan kurikulum ini mereka sukses mementuk anak-anak berakhlak dan bermoral bahkan orang tua memberikan sanjungan bahkan kepercayaan kepada guru-guru, bilamana anak mereka dibentuk.

“Kami mendapatkan kepercayaan dari orang tua karena selama bertahun-tahun anak-anak yang termarjinalkan berhasil kami ubah dan memiliki kepribadian yang kuat dan berkarakter,” terangnya.

Diakuinya, menciptakan tatanan pendidikan seperti ini pasti membutuhkan biaya besar, bahkan menuntut orang tua merogoh kocek yang dalam. namun katanya selama mengendepankan pendidikan pembinaan karakter mereka tidak membebani orang tua.

Tetapi dalam hal ini sekolah ikut memberikan solusi pembiayaan pendidikan. Karena pendidikan adalah ladang pelayanan sehingga orang tua yang dinilai kurang mampu tidak diberikan beban.

Orang tua bukan sapi perah, setiap saat dimintai uang untuk membiayai operasional sekolah. Tetapi mereka adalah rekan kerja sepelayanan untuk membentuk anak-anak yang adalah titipan Tuhan.

“Kami yakin ada lengan hebat dan ajaib akan selalu menopang kami, sehingga segala finansial, operasional sekolah terpenuhi,” pungkasnya. (cie)

Related posts