Kasus Stunting di Sangihe, Wilayah Tahuna Tertinggi

  • Whatsapp

SANGIHE, megamanado com- Stunting adalah kondisi serius pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata atau anak sangat pendek serta tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya dan berlangsung dalam waktu lama, ini menjadi perhatian serius dari Pj Bupati dr. Rinny Tamuntuan, saat membuka secara resmi Rapat Aksi percepatan penurunan kasus stanting, Rabu (22/06/2022), di ruang Papanuhung Tampungan Lawo.

Lebih menarik lagi, dalam pertemuan yang di hadiri oleh, Camat, Lurah, Kapitalaung, juga beberapa pimpinan OPD, seperti kepala dinas kesehatan bersama staf, juga kepala puskesmas se Sangihe, sesuai data yang ada, jumlah tertinggi kasus stunting justru ada di wilayah kota/ Tahuna.

Tamuntuan dalam sambutannya, Keadaan stunting atau balita bertubuh pendek merupakan indikator masalah gizi dari keadaan yang berlangsung lama. Seperti masalah kemiskinan, perilaku hidup tidak sehat, pola asuh, dan pemberian asupan makanan yang kurang baik dari sejak si Kecil lahir. Akibatnya, si Kecil tidak tumbuh sesuai dengan indikator tinggi badan yang ideal sesuai usianya.

“Ingat masa depan Bangsa dan Negara itu ditangan anak-anak kita, makanya kasus stunting ini menjadi hal penting untuk di pahami bersama, sebab stunting, kita harus memperhatikan dari 1000 hari sejak janin ada dalam kandungan, jadi bagi ibu ibu yang punya rencana untuk hamil tentunya harus ikuti anjuran dan saran dari dokter atau perawat di setiap puskesmas,” jelas Tamuntuan.

Lebih lucu lagi, lanjut Tamuntuan, dari hasil laporan angka stunting yang ada di kabupaten kepulauan Sangihe yang paling banyak ada di wilayah Tahuna, 70 kasus dari 300 sesuai jumlah kasus yang ada, sementara wilayah Tahuna untuk rumah sakit, dan puskesmas itu mudah di jangkau.

” Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama, kasus stunting terjadi adanya pernikahan dini, usia muda sudah punya anak, mengurus dirinya sendiri belum mampu apalagi merawat anak, semua ini butuh peran dari orang tua, dan tugas kita adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tegas Tamuntuan. (e’Q)

Related posts