Pemkot Bitung Kembali Gulirkan Program Dana Duka

  • Whatsapp

 

Read More

Bitung, megamanado- Pemkot Bitung akan kembali merealisasikan program Dana Duka bagi masyarakat. Sebelumnya, program dimaksud sempat tersendat karena ada pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

 

Realisasi kembali program Dana Duka disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Bitung Ruddy Theno, Senin (20/6/2022). Hal tersebut atas instruksi Walikota Maurits Mantiri dan Wakil Walikota Hengky Honandar.

 

“Program Dana Duka akan kembali jalan. Ini sesuai arahan Pak Walikota dan Wakil Walikota,” ujar Ruddy melalui keterangan tertulis via Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bitung.

 

Penyerahan dana duka akan kembali dilakukan menyusul pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan Pemkot Bitung selesai. Pemeriksaan dimaksud merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

 

“Jadi pada dasarnya kita siap membayar. Anggarannya juga ada. Sebelum ini tertahan hanya karena ada hal yang menyangkut administratif,” terang Ruddy.

 

Ia pun mengaku sudah menginformasikan hal tersebut ke perangkat daerah terkait, yakni Dinas Sosial dan pemerintah kecamatan. Dinas Sosial menyangkut pembayaran, sementara pemerintah kecamatan menyangkut data ahli waris penerima dana duka.

 

Terpisah, Leddy Ambat selaku Kepala Dinas Sosial Pemkot Bitung turut membenarkan. Ia menyebut proses pencairan dana duka sementara bergulir.

 

“Dana duka sudah mulai dicairkan hari ini. Prosesnya ditujukan untuk usulan terakhir sebanyak 70 ahli waris,” ungkapnya.

 

Pencairan dana duka bagi 70 ahli waris merupakan tahap awal setelah program itu tersendat. Pasalnya, setelah ini untuk tahap berikutnya sudah ada 40 ahli waris yang sedang mengantri.

 

“Setelah ini selesai lanjut ke tahap berikutnya. Kita sudah menerima 40 berkas susulan yang diusulkan untuk segera dibayar,” terang Leddy.

 

Lebih lanjut, mantan Camat Lembeh Utara ini membeber proses pencairan dana tersebut. Awalnya kata dia, Dinas Sosial menerima data warga yang meninggal dari pemerintah kecamatan dan kelurahan. Data itu berbentuk usulan dan wajib disertai data ahli waris selaku penerima manfaat.

 

“Berkas warga yang meninggal yang masuk ke Dinas Sosial harus melalui verfak (verifikasi faktual,red) terlebih dahulu. Ada petugas kita yang akan turun melakukannya. Dalam verfak ini nantinya akan diputuskan apakah dana duka bisa dicairkan atau tidak. Kalau misalnya orang yang meninggal terdaftar pada asuransi BPJS Ketenagakerjaan, maka dana duka tidak perlu dicairkan lagi. Sebab mereka nantinya menerima santunan kematian dari BPJS sebesar Rp 42 juta. Itu kita anggap sudah include dengan dana duka dari Pemkot Bitung,” paparnya.

 

Diketahui, program Dana Duka sudah bertahun-tahun dijalankan oleh Pemkot Bitung. Sejak awal diadakan besaran dana itu sudah beberapa kali mengalami kenaikan, hingga kini ditetapkan sebesar Rp 2,5 juta per ahli waris.(bds)

Related posts