Ini Penjelasan Kapolres Sangihe Terkait Insiden di Kampung Bowone

  • Whatsapp

SANGIHE, megamanado com- Akhirnya Kepolisian Resort Sangihe, harus turun mengamankan situasi dan kondisi yang terjadi di kampung Bowone, saat masa turun ke jalan menghalangi 2 truk jenis tronton yang membawa alat milik PT. Tambang Emas Sangihe (TMS), Kamis (16/6), untuk masuk ke kawasan perusahaan. Selain menyampaikan orasi menolak PT TMS melakukan aktivitas, masyarakat juga menutup jalan umum dengan beberapa pohon kelapa.

Tindakan ini menganggu penguna jalan umum lainya, akhirnya pihak kepolisian harus turun dan meminta kepada masa yang melakukan demo, untuk membuka kembali jalan agar tidak menggangu masyarakat lain melakukan aktivitas. Hal ini di sampaikan langsung Kapolres Sangihe, AKBP. Denny Wely Wolter Tompunuh, saat di temui awak media ini, Jumat (17/6/2022).

Penurunan personel ke wilayah Tabukan Selatan Tengah, tepatnya ke lokasi penolakan warga terhadap PT. Tambang Mas Sangihe di Kampung Bowone dan Salurang, itu sesuai laporan masyarakat, di mana mereka merasa sangat terganggu mau menuju ke Tahuna dengan adanya penutupan jalan, yang merupakan satu satunya akses jalan yang harus mereka lewati.

“Jadi selain meminta kepada masa yang menutup jalan, untuk di buka lagi jalan umum agar tidak menggangu masyarakat lain, juga menjaga kondusifitas agar tidak terjadi kericuhan di tengah-tengah masyarakat, yang melakukan aksi demo dengan masyarakat yang mau melintasi jalan, itu saja dan tidak ada kepentingan lain,” ucap Tompunuh.

Di singgung soal kepolisian melakukan pengawalan saat perusahaan PT. TMS melakukan aktifitas, sesuai informasi yang berkembang, Tompunuh menampik isu itu tidak benar, Polri hanya melakukan pengamanan sesuai tugas Polri.

“Itu tidak benar, yang kami lakukan selama ini dari pihak polres Sangihe, hanya untuk keamanan di kawasan perusahaan termasuk ketika ada masyarakat yang melakukan aksi seperti hari kemarin, Polri-TNI wajib turun untuk mengamankan situasi yang ada,” ucap lagi Tampunuh.

Di singgung soal pemberitaan di salah satu media sosial yang meminta Kapolri copot Kapolres Sangihe, karena lebih berpihak kepada perusahaan di bandingkan keluhan masyarakat.

“Jabatan itu adalah amanah yang harus di laksanakan, dan jabatan itu sudah ada yang mengaturnya, termasuk saya sebagai Kapolres Sangihe, tidak pernah terbersit dalam benak saya apalagi meminta menjadi Kapolres di sini, itu semua ada dalam pengaturan Tuhan,” kunci Tompunuh. (e’Q)

Related posts