Pihak SPBU Amurang Dan Penimbun Kabal Hukum

  • Whatsapp

MINSEL-Megamanado.com- Stasiun Pengisian Bahan Bakar dikenal dengan nama SPBU kembali jadi sorotan dari media, kali ini SPBU 7495315 Amurang yang diduga menjual Bahan Bakar Minyak ( BBM ) bersubsidi Jenis solar menggunakan jerigen, praktik minyak bersubsidi ini Sudah berjalan Beberapa bulan yang Lalu hingga Sekarang ini.Rabu Tanggal (25/5/2022)

 

 

Banyak yang membeli minyak jenis solar ini menggunakan Mobil jenis Panther dengan plat nomor DB 1697 AD dan Espas DB 1168 BC di dalam Mobil tersebut sudah tersusun rapih Jergen yang Ada untuk mengisi BBM bersubsidi tersebut sebagian Jergen di simpan lokasi tidak jauh SPBU Amurang.

 

“Dari pantauan media ini lokasi dalam area SPBU tersebut, seakan sudah menjadi tempat penampungan BBM bersubsidi jenis Solar, “ujar

 

Praktik penjualan BBM bersubsidi jenis solar ini, dilakukan pada malam hari mulai pukul,22:45 wita malam. dalam penjualan BBM tersebut Dari pihak pengawas SPBU 7495315 ini meminta fee Dari Tiap pembelian BBM , Rp.(15000) per jergen, praktik yang di lakukan sudah melanggar sejumlah aturan yang melawan hukum. hal tersebut Belum Ada tindakan Dari pihak aparat penegak hukum yang ada. SPBU 7495315 Tersebut, berada Di wilayah kelurahan Bitung amurang, Kecamatan amurang. tepatnya berada di wilayah hukum polsek amurang

 

 

Aktifitas menjual BBM bersubsidi jenis Solar ini, terjadi hampir setiap hari pada pukul,8:00 sampai jam 12:30 siang pada tanggal (25/5/2022 pagi). Ketika di pantau sudah Beberapa hari dari pantauan media yang menyoroti kegiatan ilegal tersebut pada saat mengisi bahan bakar solar Kendaraan Roda empat, diduga SPBU nakal ini memang sengaja mengutamakan melayani konsumen membeli BMM Jenis (SOLAR) Menggunakan Jerigen berukuran 35/25 liter yang berjumlah kurang lebih dari 10 Jergen, yang setiap hari di lakukan pengisian BBM Di SPBU tersebut.

 

Ketua GTI SULUT.mengatakan Risat sanger menyatakan jika hal ini dilakukan oknum SPBU Amurang sangat tidak wajar , karena persoalan penyaluran BBM ini sangat kompleks pertama soal kuota , kedua soal jergen yang tak punya Izin maka harusnya diperhatikan oleh Pengusaha khususnya PT Pertamina, “tegas sanger

 

” saya kira ini sesuatu yang harus ditindaki oleh pihak berwajib dan menjadi evaluasi dari OPD yang bersangkutan baik Bagian Ekonomi untuk melakukan pembinaan dan penegasan,” Papar ketua GTI SULUT

 

Pihak SPBU yang sudah melanggar UU Migas dan Peraturan Pertamina,

Juga berharap kami Dari Media mendesak Pertamina Depot Bitung, mau pun kepolisian menindak tegas pengusaha SPBU dan oknum yang terlibat dalam perbuatan melawan hukum tersebut SPBU yang melayani pembelian BBM bersubsidi menggunakan jerigen telah melanggar Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2011 tentang Migas, serta aturan lainnya.

 

“Sesuai Perpres 15 Tahun 2012

SPBU boleh menjual Solar atau minyak dengan jerigen kepada Sopir-sopir, nelayan kecil dan petani. Akan tetapi, pembelinya harus punya surat keterangan dari satuan kerja perangkat daerah seperti Dinas Pertanian dan perikanan Camat dan lainnya,

SPBU tidak diperbolehkan melayani jerigen plastik. Jika hal ini terjadi di SPBU Kelurahan Bitung, Kecamatan amurang. maka SPBU tersebut telah melanggar aturan dan juga tidak safety, apalagi jerigen terbuat dari plastik.

 

Solar dapat terbakar karena panas, baik itu panas knalpot, udara, dan api.

demi keselamatan bersama, Pertamina Depot amurang kelurahan bitung, segera mengevaluasi kinerja SPBU. yang disinyalir dengan sengaja melanggar sejumlah peraturan dalam dugaan penyimpangan pendistribusian BBM bersubsidi,

-Peraturan Menteri ESDM, No (8) Then 2012 memuat larangan Dan keselamatan pembelian BBM Di SPBU dengan jergen peraturan ini juga menerangkan secara detail tentang konsumen pengguna. “ tegasnya

 

(Koresy)

 

 

Related posts