Kisah Meytha Wongkar Melihat Kesulitan Siswa dan Pengalamannya Sebagai Guru

  • Whatsapp

MANADO,megamanado – Senyum tawa dan semangat puluhan siswa SMPN 2 Manado, yang ikut Asesment Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Kamis (24/03) ternyata turut menyimpan kisah sedih.
Seperti yang diceritakan Kepala Sekolah Meytha Wongkar SPd, sejak persiapan pelaksanaan ANBK susulan dirinya sudah bercakap-cakap dengan Wali Kelas dan guru mata pelajaran. Tujuan pembicaraan yaitu untuk mendiagnosa kesulitan atau halangan siswa mengikuti ANBK. Strategi ini ternyata berbuah, sebab dari hasil sharing ditemukan alasan beberapa siswa ikut susulan karena harus membantu orang tua mencari nafkah, serta merawat orang tua yang sakit, maklum mereka turut menjadi tulang punggung keluarga.
“Ada beberapa siswa harus menjadi tulang punggung keluarga,” ungkapnya.
Para guru dan dirinya juga sudah mengunjungi tempat tinggal siswa bersangkutan, keadaan mereka memang sangat menyedihkan, tetapi semangat mereka menuntut ilmu luar biasa,, meski harus bersusah paya mencari nafkah mereka juga tidak melupakan pendidikan.

“Kata para siswa memang mereka merasa sangat capek, tapi pendidikan harus tetap lanjut karena itu adalah masa depan mereka, kelak ingin menjadi orang sukses, kata Meytha mengulangi kata-kata siswanya.

Pertimbangan inilah yang memutuskan pihak sekolah untuk membantu proses belajar anak-anak ini. Sebab kendala mereka tidak sempat ikut ANBK reguler waktu lalu karena keadaan demikian. Tetapi para siswa ini menyatakan mereka sangat rindu menyelesaikan sekolah, dan sebagai pihak sekolah wajib mendidik dan melayani anak-anak ini.

“Saya sebagai guru dan Kepal Sekolah wajib mendidik anak-anak ini dan akan terus membantu serta memantau perkembangan mereka,” pungkasnya. (cie)

Related posts