Begini Pemkot Bitung Sikapi SE No. 11 Tahun 2022

  • Whatsapp
Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Bitung Hengky Honandar (foto:ist)

Bitung, Megamanado.com – Menyikapi Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2022 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tertanggal 8 Maret 2022 yang dikeluarkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto, Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung dalam hal ini Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar turut memberi perhatian bagi sejumlah hal.

Berikut kesimpulan yang dilakukan Pemkot Bitung, setiap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat, wajib menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi, Rapid Test PCR dan Rapid Test Antigen tidak di berlakukan bagi PPDN yang sudah menerima vaksin lengkap dengan minimal vaksin dosis satu dan dua, PPDN yang baru menerima vaksin dosis satu atau yang tidak dapat menerima vaksin ke dua (Komorbid) wajib menunjukan hasil negatif Rapid Test pcr dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam atau Rapid Test Antigen dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam serta surat keterangan tidak dapat menerima vaksin sebagai persyaratan perjalanan dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19, PPDN dengan usia kurang dari 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Read More

Sementar berlakunya Surat Edaran ini, maka Surat Edatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 22 tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dalam masa pandemi Covid-19 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Untuk ruang lingkup dari Surat Edaran ini adalah protokol kesehatan terhadap PPDN yang menggunakan seluruh moda transportasi di seluruh wilayah Indonesia. (Str)

Related posts