Manado,
megamanado.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado melalui Komisi III yang membidangi pembangunan
daerah menggelar hearing atau rapat dengar pendapat dengan Perusahaan Listrik
Negara (PLN) dan Dinas Pemukiman Kota Manado, Kamis (28/1/2021). Rapat tersebut
digelar di ruang paripurna DPRD Manado.

Rapat ini menurut Ketua Komisi III Ronny Makawata untuk mensinkronkan data Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Manado.
“Berapa banyak data PJU karena temuan hasil beberapa waktu lalu penerangan lampu jalan
kita ada 8.260 data. Sementara dari PLN ada 8.286,” kata Ronny Makawata.

Dari ‘big data’ yang disampaikan Bapelitbangda Manado menurut Makawata, PJU ada sekitar 10.365.“Dari hasil temuan inilah kami mengundang PLN untuk mencocokkan data,” ujarnya.
Ternyata hasil pembahasan hari ini menurutnya data
tersebut tetap sama. “Kami sama-sama Perkim, PLN dan Komisi III memutuskan akan
melaksanakan survei,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya laporan dari Dinas Perkim lampu jalan kota Manado 50 persen sudah tidak menyala.
“Sementara cara pembayaran yang kami temukan menurut PLN,
penghitungannya ada yang berdasarkan meter dan non meter,” jelas Makawata. “Ini
juga yang akan kami survei dimana yang menggunakan meter dan dimana yang tidak.”

Survei ini juga menurutnya untuk mengetahui penggunaan pajak lampu jalan yang sesuai dilapangan.“Ini penting untuk mengetahui sejauh mana dari rakyat dikembalikn kepada rakyat,” tandas Ketua Komisi III.
Rapat dihadiri anggota DPRD Manado Royke Anther, Lily Binti, Jurani Rurubua, Jean Sumilat, Frederik Tangkau, Lucky Datau, dan Jane Laluyan. Kadis Perkim Manado Deysie Lumowa dan jajaran, Manajer PLN UP3 Manado Andre Lengkong dan jajaran, juga mengikuti rapat sampai selesai. (Ridwan/Liputan Khusus)
