
SANGIHE, megamanado com- Di tengah padatnya tugas sebagai kepala Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Bupati Jabes Ezar Gaghana, mampu memberi diri dalam tugas pelayanan sebagai ketua Pelka Laki laki Sinode GMIST. Hal ini di buktikan Jabes, Kamis (24/12/2020), saat memimpin kebaktian malam Natal di Gereja GMIST Bukit kasih Ene Ratu Tahuna.
Bupati di dampinggi ketua tim penggerak PKK kabupaten kepulauan Sangihe, Ny Ririswati Gaghan Katamsi, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Franky Nantingkaseh, Camat Tahuna Timur, Steven Andaki, Lurah Kelurahan Tona 2, Rudi Gunena, serta pejabat lainya, dalam khobatnya yang diambil dari pembacaan Alkitab LUKAS 2 :1-7.
Beberapa toko yang sangat berperan dalam pembacaan kita saat ini, yakni Yusup dan Maria, orang Majus dan juga Herodes. Yusuf dan Maria, mereka punya komitmen menerima mengakui sesuatu yang mereka tidak lakukan, ini bukti ketaatan sebagai hamba apapun yang Allah kehendaki itu yang mereka lakukan.
“Sebagai warga GMIST pertanyaan untuk kita semua, sejauh mana komitmen kita sebagai umat yang senantiasa menerima akan berkat Tuhan, berapa banyak waktu kita berikan untuk Tuhan, baik dalam persekutuan di gereja, di kwp dan juga Pelka,” ucap Pnt Jabes.
Di tambahkan pula, peran berikutnya adalah orang Majus, yang secara luar biasa menrespon saat mengetahui lahirnya seorang raja, dengan melakukan perjalanan yang cukup menguras tenaga yang melelahkan namun dengan komitmen yang tinggi pada akhirnya mereka juga menemukan sang raja dengan membawa persembahan emas, kemenyang, dan mur.
“Sebagai umat GMIST, kita harus mengakui emas, kemenyang dan mur tidak ada pada kita untuk di persembahkan kepada Yesus Kristus sebagai kepala gereja kita, dan Kristus tidak minta itu untuk saya dan saudara saudara, yang Allah inginkan kepada kita adalah, berikan waktu untuk Tuhan, ditengah tengah kerja dan aktifitas kita,” ucap Bupati.
Toko berikutnya adalah Herodes, raja yang tidak mau ada orang lain yang mengatikanya, sikap yang penuh dengan keegoisan, sehingga dengan sikapnya seperti itu dia menerima hukuman dari Tuhan lewat kematian yang sangat tragis.
“Ini pun menjadi pelajaran dalam kita merayakan Natal dan Tahun Baru sebagai umat GMIST, hilangkan akan setiap keegoisan kita, nikmati hidup ini sambil serahkan semuanya kepada Tuhan, serahkan setiap apa yang kita rindukan, dalam keluarga, jemaat bahkan dalam bermasyarakat,” kunci Bupati. (e’Q)



